
NusamandiriNews, Depok – Riset yang bagus tidak berhenti ketika hasil penelitian selesai ditulis. Di forum akademik internasional, kemampuan menjelaskan temuan secara lugas, menjawab pertanyaan secara kritis, dan membuat gagasan dapat dipahami audiens juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah riset.
Hal tersebut terlihat pada hari kedua International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026 yang digelar Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, pada Jumat (11/9). Dalam rangkaian parallel sessions yang berlangsung secara hybrid dari UNM kampus Margonda, Jl Margonda Raya, No 545, Pondok Cina, Beji, Depok dan platform Zoom, enam akademisi terpilih sebagai peraih penghargaan Best Presenter.
Baca juga:Riset UNM-BRIN Raih Best Paper ICITRI 2026
Enam Akademisi Raih Best Presenter
Sesi presentasi paralel ICITRI 2026 terbagi ke dalam enam room. Para peserta dari berbagai institusi dan negara mempresentasikan hasil penelitian mereka yang berkaitan dengan tema konferensi tahun ini, “Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures”.
Penilaian dilakukan oleh panelis dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari penguasaan terhadap materi penelitian, kejelasan penyampaian, hingga kemampuan presenter merespons pertanyaan dan berdiskusi secara kritis.
Berikut enam akademisi yang meraih Best Presenter ICITRI 2026.
1. Room 1: Aaron August Budianto dari Bina Nusantara University
2. Room 2: Noel E. Estrella dari University of Santo Tomas, Manila, Philippines
3. Room 3: Ichraq Essadeq dari Faculty of Sciences Ben M’Sick, Hassan II University, Maroko
4. Room 4: Imam Muhammad Hakim dari Universitas Mulawarman
5. Room 5: Rafa Satria Wibawa dari Bina Nusantara University
6. Room 6: Ferdinand Mahardhika dari Universitas Bunda Mulia
Keberagaman asal para penerima penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi presentasi di ICITRI 2026 tidak hanya mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini juga membuka ruang yang sama bagi peneliti dari berbagai negara untuk menguji kemampuan mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah di hadapan audiens internasional.
General Chair ICITRI 2026, Dr. Muhammad Haris mengapresiasi performa para presenter yang dinilai mampu menyampaikan riset teknis kepada audiens dengan cara yang komunikatif.
“Menyampaikan inovasi dan riset yang sangat teknis di bidang komputasi dan kecerdasan buatan kepada audiens global bukanlah hal yang mudah. Keenam presenter terbaik ini telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya brilian di balik layar atau di dalam laboratorium, tetapi juga sangat cakap dalam mengomunikasikan gagasan mereka ke ruang publik,” papar Dr. Haris dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (11/9)
Ia menambahkan, keterampilan inilah yang sangat dibutuhkan untuk memastikan inovasi teknologi bisa benar-benar dipahami dan berpusat pada nilai kemanusiaan.
Kemampuan komunikasi tersebut menjadi semakin penting ketika riset membahas teknologi seperti kecerdasan buatan. Temuan yang secara teknis menjanjikan tetap membutuhkan penjelasan yang mudah dipahami agar gagasan, manfaat, keterbatasan, serta dampaknya dapat dipahami oleh peneliti lain maupun masyarakat yang nantinya bersentuhan dengan teknologi tersebut.
Karena itu, Best Presenter bukan sekadar penghargaan untuk peserta yang memiliki kemampuan berbicara paling baik. Penghargaan ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap kemampuan peneliti menerjemahkan pengetahuan teknis menjadi gagasan yang dapat dipertukarkan dan diuji melalui forum ilmiah.
Baca juga:Best Paper ICITRI 2026, Jawab Persoalan Nyata
Pemberian Best Presenter juga menjadi bagian dari rangkaian ICITRI 2026 yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi. Kehadiran pemenang dari Indonesia, Filipina, dan Maroko memperlihatkan luasnya jejaring akademik yang terlibat dalam konferensi tersebut.
Melalui penyelenggaraan forum secara hybrid, UNM membuka ruang bagi peserta untuk tetap berinteraksi dalam satu forum ilmiah meski berada di negara dan lokasi yang berbeda. Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kolaborasi riset dan memperluas perspektif dalam pengembangan teknologi.
Pada akhirnya, ICITRI 2026 tidak hanya mempertemukan penelitian dengan penelitian. Forum ini juga mempertemukan gagasan dengan pertanyaan, data dengan perspektif baru, serta teknologi dengan kebutuhan manusia yang menjadi alasan mengapa inovasi itu dikembangkan.








