Asah Problem Solving

NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan problem solving sejak berada di bangku kuliah. Kemampuan memecahkan masalah dinilai menjadi salah satu kompetensi utama yang membedakan lulusan di tengah sengitnya persaingan dunia kerja dan dinamika bisnis digital.

Langkah ini diselaraskan dengan kurikulum Program Studi (prodi) Manajemen UNM yang berfokus pada pengembangan keilmuan manajemen digital, keuangan, hingga kewirausahaan. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis akar masalah menggunakan data, mengidentifikasi risiko, serta mengambil keputusan bisnis yang rasional.

Baca juga:Mahasiswa Manajemen UNM Ikuti Program Magang di Kementerian Keuangan

Asah Problem Solving

Ketua Prodi Manajemen UNM, Instianti Elyana, menegaskan bahwa mahasiswa perlu membangun kebiasaan berpikir sebagai problem solver untuk menghadapi tantangan industri.

“Ketika masuk dunia kerja, mahasiswa tidak hanya ditanya apa yang mereka ketahui, tetapi juga apa yang bisa mereka lakukan ketika menghadapi masalah. Karena itu, kemampuan problem solving perlu dilatih sejak kuliah,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (24/9).

Instianti menambahkan bahwa proses pembelajaran di UNM dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mencoba, mengevaluasi, dan berani mengambil keputusan.

Baca juga:Tantang Perubahan Industri, Prodi Manajemen UNM Dorong Pembelajaran Berbasis Digital

“Jangan takut salah ketika belajar. Yang perlu dihindari adalah mengulang kesalahan yang sama tanpa melakukan evaluasi. Keputusan yang baik tidak selalu sempurna, tetapi prosesnya rasional dan berbasis data,” ujarnya.

Melalui pendampingan akademik, kegiatan organisasi, dan proyek berbasis kasus bisnis digital, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen mencetak lulusan yang adptif.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap memberikan solusi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” tutupnya.