
NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kian masif memengaruhi berbagai sektor bisnis, mulai dari analisis data hingga pemasaran digital. Menanggapi tren tersebut, Program Studi (prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendorong mahasiswanya untuk memanfaatkannya secara kritis dan bijak.
Penggunaan AI dalam bisnis menuntut mahasiswa manajemen tidak sekadar piawai menggunakan alat digital, melainkan juga cermat dalam mengambil keputusan. Keberadaan teknologi ini diposisikan sebagai pendorong produktivitas, tanpa mengesampingkan pemahaman risiko, etika, dan konteks industri.
Baca juga: Mahasiswa Manajemen UNM Ikuti Program Magang di Kementerian Keuangan
Prodi Manajemen UNM Tekankan Pentingnya Sikap Kritis
Ketua Prodi Manajemen UNM, Instianti Elyana, menegaskan bahwa mahasiswanya perlu memiliki pola pikir analitis agar tidak menelan mentah-mentah hasil keluaran AI. Menurutnya, teknologi hanya bertindak sebagai alat bantu proses berpikir.
“AI memang dapat mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan bisnis tetap membutuhkan pemikiran kritis manusia yang memahami etika, risiko, dan konteks riil. Mahasiswa jangan langsung percaya pada jawaban AI, melainkan harus selalu melakukan verifikasi dan validasi data,” kata Instianti dalam rilis yang diterima, pada Jumat (9/10).
Ia menambahkan, tantangan utama mahasiswa manajemen adalah mengidentifikasi masalah bisnis yang tepat untuk diselesaikan dengan bantuan AI. Penguasaan fondasi ilmu manajemen dasar, seperti pemasaran, keuangan, hingga hukum dan etika bisnis, menjadi kunci utama pertimbangan strategi.
Ia mengingatkan mahasiswa agar terus beradaptasi dengan fleksibel dan tidak cepat puas hanya dengan menguasai satu platform AI tertentu.
Baca juga:Asah Soft Skill, Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Aktif Berorganisasi
“Jangan fokus pada satu alat saja. Bangun kemampuan untuk memahami fungsi dasar teknologi dan teruslah belajar secara adaptif ketika muncul inovasi baru,” tegasnya.
Melalui kurikulum berbasis digital, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen mencetak lulusan manajemen yang adaptif dan berdaya saing.
“Penguasaan teknologi yang diimbangi dengan kecerdasan emosional dan analisis kritis diharapkan mampu menjadikan lulusan UNM siap memimpin di era transformasi digital,” tandasnya.







