
NusamandiriNews, Jakarta – Program Studi (prodi) Informatika Program Magister Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) melanjutkan rangkaian Presentasi Seminar Proposal Tesis Periode 2-2026. Agenda evaluasi akademik hari kedua tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis (8/10).
Sebanyak tujuh mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian yang berfokus pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Machine Learning, keamanan digital, hingga teknologi blockchain. Pembahasan difokuskan pada penguatan metodologi serta potensi kebaruan riset.
Baca juga:S2 Informatika UNM Gelar Seminar Proposal Tesis Periode 2-2026
Seminar Proposal Tesis Periode 2-2026
Pada sesi pertama, Dadang Kurniawan dan Amir Hamzah Dinnillah yang dibimbing oleh Ferda Ernawan, M.Cs, Ph.D memaparkan riset Machine Learning untuk klasifikasi citra medis dan prediksi penyakit dengan evaluator Prof. Dr. Eng. Hilman F. Pardede, S.T., M.Eng. Selanjutnya, Hilman ganti membimbing Vina Eriyandi (helpdesk berbasis AI), Robby Saputra (deteksi phishing), dan Riki Daniel Tanebeth (keamanan blockchain) dengan evaluator Ferda Ernawan.
Sesi penutup diisi oleh Rahma Nadiya dan Muhammad Ibnu Fauzan di bawah bimbingan Dr. Irwansyah Saputra, M.Kom yang mengaji teknologi wakaf digital berbasis blockchain dan deteksi anomali.
Ketua Program Studi Informatika Program Magister UNM, Prof. Dr. Agus Subekti, MT, menegaskan pentingnya kontribusi nyata dari setiap riset mahasiswa.
“Melalui seminar proposal tesis, kami mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang inovatif, memiliki landasan ilmiah kuat, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan teknologi informasi,” kata Prof Agus dalam rilis yang diterima, pada Jumat (9/10).
Baca juga:Bekali Mahasiswa Magister Informatika, UNM Sukses Gelar Kuliah Etika Teknologi
Sekretaris Prodi Magister Informatika UNM, Dr. Eni Heni Hermaliani, MM, M.Kom, menambahkan bahwa masukan penguji menjadi sarana penting untuk sharpening fokus dan metodologi riset.
“Masukan dari pembimbing dan evaluator menjadi bagian penting untuk mempertajam fokus, memperkuat metodologi, serta meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa,” jelasnya.
Melalui agenda berkala ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kultur riset yang kritis dan relevan. Evaluasi bertahap ini diharapkan melahirkan lulusan magister yang siap menjawab tantangan transformasi digital di industri maupun akademisi.







