Rektor UNM Tegaskan Ketekunan dan Integritas

NusamandiriNews, Jakarta – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan menciptakan sesuatu. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang kian cepat, kemampuan menggunakan AI saja tidak cukup jika tidak diimbangi ketekunan, integritas, dan keberanian untuk terus mencoba.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, saat memberikan sambutan dalam Seminar Artificial Intelligence bertema “AI Vision & Impact 2026: Explore AI Skills to Outstanding Achievements” di Aula UNM Kampus Jatiwaringin, jl Raya Jatiwaringin No 2, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (29/10).

Baca juga: Jadikan Prestasi Mahasiswa Sebagai Budaya Unggul Berkelanjutan

Rektor UNM Tegaskan Ketekunan dan Integritas

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari sivitas akademika, dosen, tamu undangan, serta siswa dari puluhan SMK dan SMA di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya, Prof. Dwiza mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk mengembangkan potensi, bukan alasan untuk mengabaikan proses belajar dan pembentukan karakter.

“Teknologi boleh terus berubah, AI boleh semakin canggih, tetapi ketekunan, integritas, pengorbanan, dan keberanian untuk bermimpi akan selalu menjadi fondasi bagi kesuksesan manusia,” tegas Prof. Dwiza, Kamis (29/10).

Perkembangan AI menghadirkan peluang baru bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan menghasilkan karya. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi juga perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.

Dalam sambutannya, Prof. Dwiza mendorong mahasiswa dan pelajar agar tidak gentar menghadapi perubahan teknologi. Penguasaan AI menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia yang semakin digital, tetapi kemampuan tersebut perlu berjalan beriringan dengan karakter dan integritas.

Ia juga membagikan pesan dari almarhumah ibundanya yang mengingatkan pentingnya keberanian mencoba hal baru selama memiliki nilai positif. Pesan tersebut menjadi dorongan bagi generasi muda untuk tidak berhenti pada rasa takut gagal, melainkan berani mengambil langkah untuk mewujudkan cita-cita.

Bagi pelajar yang sedang merencanakan masa depan dan mahasiswa yang tengah mengembangkan kompetensi, keberanian mencoba dapat menjadi awal dari proses panjang menuju prestasi. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi kemauan belajar, ketekunan, dan tanggung jawab tetap menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas hasilnya.

Seminar AI tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan 25 tahun Universitas Nusa Mandiri. Dalam sambutannya, Prof. Dwiza memaparkan perjalanan institusi yang berawal dari AMIK Nusa Mandiri pada 2001, berkembang menjadi STMIK, hingga resmi menjadi Universitas Nusa Mandiri pada 2021 dengan penambahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Kini, UNM menaungi berbagai program pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral. Sebanyak lima program studi di antaranya telah meraih predikat akreditasi Unggul, menjadi bagian dari perjalanan pengembangan institusi di bidang pendidikan tinggi.

Perayaan seperempat abad tersebut turut ditandai dengan peluncuran dua buku inspiratif karya sivitas akademika, yaitu Tinta dari Lelehan Keringat dan Jejak-Jejak yang Menyala.

Buku Tinta dari Lelehan Keringat merangkum perjalanan 25 alumni UNM dalam menghadapi perjuangan dan berbagai tantangan hingga mencapai kesuksesan di tengah masyarakat. Sementara itu, Jejak-Jejak yang Menyala merekam ketekunan, keberanian, dan semangat mahasiswa dalam meraih prestasi selama menjalani masa perkuliahan.

Kedua buku tersebut menghadirkan cerita manusia di balik perjalanan pendidikan. Di tengah pembicaraan tentang teknologi dan inovasi, kisah alumni dan mahasiswa menjadi pengingat bahwa pencapaian tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses, pilihan, dan usaha yang terus dijalani.

Baca juga:Akreditasi Unggul Jadi Bukti, Doktor Informatika UNM Serius Garap Riset Teknologi

Melalui seminar dan peluncuran buku ini, Prof. Dwiza berharap peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan untuk mendapatkan sertifikat. Ia ingin para pelajar dan mahasiswa pulang dengan gagasan baru, keterampilan yang dapat dikembangkan, serta tekad untuk terus berkarya.

“UNM sebagai Kampus Digital Bisnis akan terus melangkah bismillah menuju kampus unggul, inovatif, dan berdaya saing global, serta senantiasa mewujudkan slogan kita bersama Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” pungkasnya sekaligus membuka secara resmi rangkaian Seminar AI 2026.

Pesan tersebut menempatkan teknologi dan karakter sebagai dua hal yang perlu berjalan bersama. Generasi muda perlu memahami perkembangan AI agar mampu mengikuti perubahan, tetapi juga perlu membangun integritas dan ketekunan agar pengetahuan yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.