NusamandiriNews, Jakarta — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia kesehatan. Salah satu teknologi yang kini dinilai relevan adalah semantic segmentation dalam bidang computer vision, yang mampu memetakan bagian-bagian citra secara detail dan terstruktur.
Melihat peluang tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis membuka ruang riset strategis bagi mahasiswa Program Studi (prodi) Informatika S1, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) untuk mengembangkan inovasi berbasis AI di ranah medis tradisional.
Baca juga:Mau Jadi Doktor Informatika? UNM Akan Gelar Open House S3 Bahas Strategi Proposal Disertasi
Prodi Informatika UNM Siap Kembangkan Riset Citra Kesehatan
Semantic segmentation memungkinkan sistem menganalisis citra seperti lidah, wajah, dan kulit secara komputasional. Dalam praktik pengobatan tradisional, observasi visual kerap menjadi dasar diagnosis awal. Dengan pendekatan AI, proses yang sebelumnya bersifat subjektif dapat dibuat lebih objektif, terukur, dan berbasis data.
Ketua Prodi Informatika UNM, Arfhan Prasetyo, menjelaskan bahwa integrasi teknologi modern dan pendekatan kesehatan tradisional menjadi peluang riset yang menjanjikan.
“Mahasiswa dapat mengembangkan model AI yang mampu mengenali pola warna, tekstur, dan bentuk secara otomatis. Ini bukan sekadar riset teknologi, tetapi juga upaya mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan komputasional yang lebih akurat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (26/2).
Ia menjelaskan bahwa dalam analisis medis tradisional seperti pengamatan lidah, semantic segmentation berperan memisahkan area penting pada citra untuk dianalisis lebih lanjut. Setiap bagian dapat dipetakan guna memahami indikasi kondisi kesehatan tertentu.
“Pendekatan ini sangat relevan dengan perkembangan image processing dan data visual analytics yang menjadi fokus riset informatika saat ini,” ujarnya.
Secara akademik, ungkapnya, pendekatan ini juga mendorong mahasiswa berpikir multidisipliner. Informatika tidak hanya berfokus pada pemrograman, tetapi juga pada pemecahan persoalan nyata di masyarakat. Dunia medis tradisional membutuhkan solusi teknologi yang sensitif, akurat, dan berbasis data.
Baca juga:Ingin S2 yang Relevan dengan Industri? Informatika UNM Fokus AI dan Big Data
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus membangun ekosistem riset yang adaptif dan inovatif. Kolaborasi antara teknologi AI dan praktik kesehatan tradisional diproyeksikan menjadi salah satu arah pengembangan riset masa depan,” tandasnya.
Secara tegas, ia menyampaikan bahwa mahasiswa Prodi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis citra.
“Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi teknologi canggih, tetapi juga solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.










