Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

DeepSkin: Ketika AI Ikut Membantu Dokter Mendeteksi Kanker Kulit

badge-check

NusamandiriNews, Bogor – Bayangkan kalau sebuah sistem kecerdasan buatan (AI) bisa membantu dokter mengenali kanker kulit hanya dengan menganalisis foto. Inilah gagasan besar yang sedang dikembangkan tim peneliti Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui riset berjudul DeepSkin yang berlangsung Asyana Hotel Sentul Bogor, Sabtu (30/8).

Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian, Nurul Khasanah, salah satu anggota tim peneliti, berbagi cerita soal bagaimana AI bisa menjadi “mata tambahan” bagi tenaga medis.

Baca juga: Universitas Nusa Mandiri Tegaskan Komitmen Riset Kesehatan Digital Lewat FGD DeepSkin

Menurut Nurul, kanker kulit di Indonesia masih menjadi penyakit berbahaya dengan tingkat kematian tinggi, bahkan mencapai 95%* menurut data WHO. Masalahnya, deteksi dini biasanya harus melalui biopsi, yang mahal, butuh waktu, dan tidak nyaman bagi pasien.

“Lewat DeepSkin, kami ingin menunjukkan bahwa AI bisa jadi solusi pendukung. Dengan analisis citra digital, deteksi bisa lebih cepat, akurat, dan non-invasif,” ungkap Nurul, Sabtu (30/8).

Untuk melatih AI ini, tim peneliti mengumpulkan 13 ribu lebih foto kanker kulit dari dua sumber besar, yaitu ISIC dan Kaggle. Foto-foto itu kemudian diproses, dibersihkan, distandarisasi, lalu diuji dengan berbagai algoritma deep learning populer, mulai dari ResNet, Inception, hingga DenseNet.

Hasilnya? DenseNet169 jadi bintang utama. Setelah dimodifikasi, model ini mampu mengenali perbedaan antara kanker kulit jinak (benign) dan ganas (malignant) dengan akurasi mencapai 92,9%.

Tak berhenti di situ, penelitian ini juga sudah menghasilkan luaran konkret, seperti artikel ilmiah yang sedang dalam proses review di jurnal internasional bereputasi, website AI-powered medical system di https://www.deepskincancer.com, dan poster ilmiah hingga pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Baca juga: Dosen UNM Gelar FGD Hibah Penelitian, Fokus pada Validasi Model DeepSkin untuk Klasifikasi Kanker Kulit

Nurul menekankan bahwa penelitian ini masih terus berkembang, tapi arah tujuannya jelas, yaitu membantu dunia medis punya alat diagnosis awal yang lebih praktis dan terjangkau.

“Kami ingin DeepSkin benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk akademisi, tapi juga untuk masyarakat luas,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UNM Buka Program Sandwich ke Yunani, Mahasiswa S2-S3 Bisa Riset Internasional & Publikasi Global

27 Maret 2026 - 15:52 WIB

UNM Buka Program Sandwich ke Yunani

AI Gantikan Moderator Manusia, UNM Siapkan Talenta Digital Siap Kuasai Era Baru

27 Maret 2026 - 15:14 WIB

UNM Siapkan Talenta Digital

Ekonomi Digital RI Tembus US$100 Miliar, UNM Gaspol Cetak Talenta Siap Kerja Lewat Program IEP 3+1

27 Maret 2026 - 14:29 WIB

UNM Gaspol Cetak Talenta Siap Kerja

Biaya Kuliah Jadi Momok? Ini Cara Cerdas Kuliah Terjangkau di Kampus Digital Bisnis 2026

27 Maret 2026 - 11:26 WIB

Cara Cerdas Kuliah Terjangkau

Jurusan Sains Data Meledak di 2026, Peluang Kariernya Bikin Gen Z Berburu Kampus Digital

27 Maret 2026 - 11:14 WIB

Jurusan Sains Data Meledak di 2026
Sedang Tren di Berita