NusamandiriNews, Jakarta – Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mendorong dunia pendidikan tinggi untuk beradaptasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja. Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menjawab tantangan ini melalui inovasi kurikulum berbasis industri.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$90 miliar pada 2024 dan meningkat mendekati US$100 miliar pada 2025. Bahkan, proyeksi jangka panjang menunjukkan angka tersebut dapat menembus US$200–360 miliar pada 2030, menjadikan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: FEB Universitas Nusa Mandiri Siapkan Lulusan Siap Kerja Lewat Program IEP 3+1
UNM Gaspol Cetak Talenta Siap Kerja
Sejalan dengan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital per tahun untuk mendukung transformasi digital nasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memperkuat Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital yang berorientasi pada kesiapan karier mahasiswa.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni skema pembelajaran tiga tahun di bangku kuliah dan satu tahun pengalaman kerja langsung di industri. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja.
Dekan FEB Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif.
“Melalui IEP 3+1, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang membentuk kesiapan kerja, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (27/3).
Kurikulum pada Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital juga dirancang adaptif dengan mengintegrasikan ilmu manajemen dan teknologi. Mahasiswa dibekali kompetensi seperti digital marketing, pengelolaan e-commerce, analisis data, hingga pengembangan bisnis berbasis teknologi.
Baca juga: Perkuat Budaya Mutu, FEB UNM Ikuti Sosialisasi SPMI Universitas
Dengan bekal tersebut, tegasnya, lulusan memiliki peluang karier luas sebagai digital marketing specialist, e-commerce manager, business analyst, hingga technopreneur. Tak hanya itu, pengalaman magang selama satu tahun juga membuka peluang direkrut langsung oleh perusahaan mitra.
“Selain penguatan kurikulum, FEB UNM juga активно memperluas kolaborasi dengan industri guna memastikan keselarasan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Melalui berbagai inovasi ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.









