NusamandiriNews, Jakarta–Gelar Magister (S2) kerap dianggap sebagai tiket emas menuju karier mapan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. Tidak sedikit lulusan S2 justru mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan ekspektasi karier. Fenomena lulusan S2 sulit mendapatkan kerja ini semakin sering diperbincangkan di tengah persaingan dunia kerja yang kian ketat dan dinamis.
Salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Banyak lulusan magister memiliki penguasaan teori yang kuat, tetapi minim pengalaman praktis serta kurang menguasai teknologi terkini. Padahal, laporan World Economic Forum menyebutkan lebih dari 50 persen pekerjaan masa depan menuntut keterampilan digital, data, dan teknologi informasi tingkat lanjut.
Baca juga:Siap Jadi Leader Digital? Ikuti Open House Magister Informatika UNM
Pilih Kampus Digital Bisnis yang Tepat!
Faktor lain yang tak kalah krusial adalah pemilihan kampus dan program studi. Tidak semua program magister memiliki kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri. Akibatnya, lulusan kerap kalah bersaing dengan kandidat yang memiliki skill aplikatif, portofolio, dan pengalaman relevan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa pengangguran terdidik masih menjadi tantangan nasional, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi tanpa keahlian spesifik yang dibutuhkan pasar kerja. Fakta ini menegaskan bahwa gelar akademik saja tidak cukup tanpa kompetensi yang tepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri (UNM), Wawan Kurniawan, menekankan pentingnya orientasi karier dalam memilih kampus dan program studi.
“Di era digital, gelar S2 harus dibarengi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami menyiapkan mahasiswa bukan hanya lulus, tetapi siap kerja dan siap bersaing secara global,” tegas Wawan dalam keterangan rilis yang diterima, pada Rabu (28/1).
Baca juga:Tak Sekadar Ganti Nama, UNM Ubah Arah Magister ke Informatika Digital
Ia menyampaikan bahwa sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan Program Studi Magister Informatika terakreditasi Unggul yang dirancang selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern. Kurikulum Magister Informatika UNM berfokus pada Artificial Intelligence, Data Science, Blockchain, dan Sistem Informasi Strategis, dengan pendekatan riset terapan dan studi kasus nyata.
“Hasilnya, lulusan Magister Informatika UNM telah banyak berkiprah sebagai IT Manager, Data Analyst, System Architect, hingga pengambil kebijakan di sektor pemerintahan dan industri digital. Capaian ini membuktikan bahwa memilih kampus yang tepat sangat menentukan arah dan keberhasilan karier jangka panjang,” jelasnya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 dan memastikan gelar magister benar-benar berdampak pada masa depan, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi pilihan rasional dan strategis di era transformasi digital.










