NusamandiriNews, Jakarta–Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemenristekdiktisaintek) menggelar Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak 2026 sebagai langkah strategis memperkuat peran mahasiswa dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri. Kegiatan ini berlangsung secara hibrid pada Rabu (14/1) melalui Zoom Meeting dan siaran YouTube.
Program Mahasiswa Berdampak 2026 dirancang untuk mendorong pembelajaran kontekstual berbasis proyek, kolaborasi lintas disiplin, serta penguatan soft skills dan hard skills mahasiswa.
Baca juga: Bidik Mahasiswa Asing, UNM Matangkan Skema PMB WNA Menuju Kampus Digital Bisnis Global
UNM Dukung Program Mahasiswa Berdampak 2026
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dinilai dari capaian akademik, tetapi juga dari dampak sosial, ekonomi, dan profesional yang dihasilkan, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar di perguruan tinggi.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menyambut positif implementasi program tersebut karena dinilai selaras dengan penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Program ini membuka ruang konversi aktivitas mahasiswa menjadi satuan kredit semester sekaligus memperkuat keterhubungan pembelajaran dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
Ketua LPPP Universitas Nusa Mandiri, Nurmalasari, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak 2026 memberikan nilai strategis bagi institusi dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Baca juga: Deteksi TBC Masih Lambat? Mahasiswa S2 Universitas Nusa Mandiri Buktikan AI Bisa Lebih Cepat
“Program Mahasiswa Berdampak 2026 menjadi instrumen strategis bagi Universitas Nusa Mandiri dalam memperkuat capaian IKU, khususnya pada kualitas lulusan, relevansi kurikulum, serta keterhubungan pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (14/1).
Partisipasi Universitas Nusa Mandiri dalam program ini juga membuka peluang perluasan jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, mendorong riset terapan, inovasi mahasiswa, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, UNM optimistis mampu mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial tinggi di era transformasi digital,” tutupnya.










