
NusamandiriNews, Jakarta — Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tapi individu yang memiliki pengalaman profesional, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan memecahkan masalah. Kesadaran inilah yang mendorong Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan program pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan industri dan institusi profesional.
Lewat Internship Experience Program (IEP) 3+1, mahasiswa mendapat kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer dunia kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Salah satu mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Muhammad Ridho Ramadhan, mahasiswa semester 7 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri.
Baca juga:IEP 3+1 UNM Buka Jalan ke Dunia Profesional, Mahasiswa Magang di Kementerian Koperasi
Magang di Kementerian Koperasi
Ridho berkesempatan menjalani program magang di Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, ia ditempatkan pada tim yang berfokus pada pengelolaan data dan informasi.
Bagi Ridho, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan magang. Ia melihatnya sebagai ruang belajar untuk memahami bagaimana ilmu Sistem Informasi diterapkan dalam lingkungan kerja pemerintahan.
“Motivasi mengikuti IEP 3+1, untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, khususnya di lingkungan pemerintahan. Saya ingin memahami bagaimana sistem kerja, pengelolaan data, serta proses pengambilan keputusan di instansi negara,” ujar Ridho.
Ia mengungkapkan, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai profesionalisme kerja, mulai dari proses komunikasi, penyelesaian tugas, hingga tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Selama menjalani magang, Ridho mendapatkan tanggung jawab membantu pengolahan data, penyusunan laporan sederhana, serta mendukung aktivitas operasional tim.
Pengalaman membuatnya semakin memahami bahwa kompetensi Sistem Informasi memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan informasi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Menurut Ridho, beberapa mata kuliah yang dipelajari selama kuliah di Universitas Nusa Mandiri sangat membantu dalam menjalankan tugas magang, terutama Business Intelligence, Basis Data, dan Sistem Informasi Manajemen.
“Materi yang saya pelajari di perkuliahan ternyata sangat relevan ketika diterapkan dalam pekerjaan. Saya menjadi lebih memahami bagaimana data diolah menjadi informasi yang dapat membantu proses kerja sebuah organisasi,” jelasnya.
Selain kemampuan teknis, Ridho juga mendapatkan pengalaman mengenai budaya kerja profesional. Ia belajar bahwa kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama menjadi faktor penting dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Tantangan terbesarnya beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional dan memahami alur kerja di instansi pemerintahan. Namun, proses tersebut justru melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan meningkatkan rasa tanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, mengatakan pengalaman mahasiswa seperti Ridho menjadi bukti bahwa program magang memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia profesional.
“Program IEP dirancang agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman profesional sebelum lulus. Melalui program ini, mahasiswa belajar memahami budaya kerja, beradaptasi dengan lingkungan profesional, serta menerapkan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Senin (10/8).
Ia menjelaskan, NCC turut berperan mendampingi mahasiswa dalam mempersiapkan perjalanan karier, mulai dari penyusunan CV, pembekalan karier, simulasi wawancara, hingga memberikan informasi peluang magang di berbagai mitra.
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional,” tambahnya.
Pada kesempatan lain, Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, memberikan apresiasi atas capaian Ridho yang mampu membawa kompetensi akademiknya ke lingkungan kerja profesional.
“Kami mengapresiasi Ridho yang telah memanfaatkan program IEP untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman langsung di Kementerian Koperasi. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa Sistem Informasi dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pengelolaan data dan informasi di lingkungan pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Sukmawati, kebutuhan terhadap talenta digital terus meningkat seiring dengan transformasi teknologi di berbagai sektor.
“Mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya dipersiapkan untuk memahami teknologi, tetapi juga mampu memberikan solusi, beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja secara profesional sesuai kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia profesional melalui berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa.
Internship Experience Program (IEP) 3+1 menjadi bagian strategi UNM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman kerja dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.
Baca juga:Magang di Industri Robotik, Mahasiswa UNM Buktikan Kuliah Harus Terhubung dengan Dunia Kerja
Kisah Muhammad Ridho Ramadhan menjadi gambaran bahwa pengalaman profesional dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Melalui IEP, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga membangun karakter kerja, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.








