NusamandiriNews, Jakarta–Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melaksanakan kegiatan penilaian magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Selasa (20/1) secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sekaligus evaluasi kesiapan mahasiswa menghadapi dunia industri dan bisnis digital.
Penilaian dilakukan melalui presentasi laporan dan pemaparan pengalaman magang oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan program MBKM di berbagai mitra industri. Mahasiswa mempresentasikan ruang lingkup pekerjaan, kontribusi yang diberikan, luaran yang dihasilkan, serta refleksi pembelajaran selama menjalani magang.
Baca juga: Magang Berdampak atau Sekadar Formalitas? UNM Uji Mahasiswa, Cek Jadwalnya!
Prodi Bisnis Digital UNM Uji Kesiapan Mahasiswa
Sejumlah mitra industri terlibat dalam program magang MBKM mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM, di antaranya PT Kreasi Karya Bangsa (United Creative), PT Unggul Generasi Propertindo, Yayasan Adipurna Inovasi Asia (VOCASIA), Mandiri Digital Universe, dan RedDoorz. Kolaborasi ini mencerminkan kuatnya jejaring industri UNM dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Melalui kegiatan penilaian tersebut, dosen Prodi Bisnis Digital melakukan asesmen menyeluruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori bisnis digital dengan praktik kerja, mencakup komunikasi profesional, pemanfaatan teknologi digital, pemecahan masalah, serta etika kerja di lingkungan industri.
Ketua Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia menegaskan bahwa magang MBKM menjadi instrumen penting dalam pembentukan kompetensi lulusan.
“Magang MBKM bukan sekadar pengganti PKL, tetapi jalur strategis untuk memastikan mahasiswa memiliki pengalaman nyata, keterampilan profesional, dan luaran yang relevan dengan kebutuhan industri bisnis digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (20/1).
Baca juga: Magang atau Cuma Janji Kampus? UNM Gandeng Bank Mandiri Taspen
Selain memenuhi syarat akademik, tegas Lia, penilaian magang ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengukur kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri. Mahasiswa didorong untuk menampilkan capaian dan inovasi yang telah dihasilkan selama magang.
“Melalui pelaksanaan magang MBKM yang terstruktur dan terukur, Universitas Nusa Mandiri terus menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang menghadirkan pembelajaran kontekstual, adaptif, dan berorientasi industri dalam mencetak lulusan siap kerja dan berdaya saing,” tutupnya.










