Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

MaTangTech UNM Gelar FGD di Kamojang, AI Didorong Jadi Solusi Cerdas untuk Pertanian

badge-check

NusamandiriNews, Kamojang–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui tim riset MaTangTech menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) di kawasan pertanian Kamojang. Kegiatan ini mempertemukan akademisi lintas bidang, peneliti, hingga perwakilan petani dengan tujuan memperkuat pengembangan teknologi deteksi kematangan buah dan identifikasi hama berbasis Artificial Intelligence (AI).

MaTangTech merupakan inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu petani dalam melakukan manajemen hama pada tanaman kentang. Sistem ini memanfaatkan kamera dan algoritma kecerdasan buatan untuk mengenali berbagai jenis hama secara cepat dan akurat, sekaligus merekomendasikan pestisida ramah lingkungan. Tidak hanya itu, MaTangTech juga memungkinkan petani melakukan diskusi langsung dengan ahli entomologi melalui fitur chat interaktif.

Baca juga: Dosen Prodi Sains Data UNM Raih Tiga Hibah Rp250 Juta, Dorong Mutu Akademik Unggul

MaTangTech UNM Gelar FGD di Kamojang

Sri Hadianti, selaku Ketua Peneliti MaTangTech, menjelaskan bahwa teknologi ini lahir dari kebutuhan nyata petani di lapangan.

“MaTangTech hadir untuk membantu petani mengidentifikasi hama sekaligus memberikan rekomendasi pestisida yang aman bagi lingkungan. Dengan adanya fitur diskusi bersama ahli, petani bisa mendapatkan solusi cepat dan tepat, sehingga hasil panen lebih berkualitas dan daya saing produk meningkat,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (19/9).

Guru Besar Ahli Entomologi IPB University, Prof Dr Purnama Hidayat, menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi dan pengalaman petani sangat dibutuhkan.

“Teknologi seperti MaTangTech akan semakin efektif bila dipadukan dengan pengetahuan lokal petani. Sinergi ini penting agar solusi yang dihasilkan tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar bisa diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Muhammad Haris, peneliti kecerdasan buatan yang juga terlibat dalam pengembangan, menekankan pentingnya AI untuk mendukung sektor pertanian.

Baca juga: 9 Karya Inovatif Dosen UNM Lolos Smart Village, Kampus Digital Bisnis Ini Catat Prestasi Besar

“Dengan integrasi AI, MaTangTech mampu menghadirkan sistem prediksi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh petani. Ini adalah langkah nyata bagaimana teknologi bisa menjadi sahabat petani dalam meningkatkan produktivitas,” katanya.

FGD di Kamojang ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara universitas, peneliti, dan kelompok tani. Harapannya, MaTangTech segera diimplementasikan secara luas agar mampu membawa dampak positif bagi sektor pertanian Indonesia, khususnya di daerah sentra produksi kentang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MOKA SERASI UNM Bekali Mahasiswa Baru dari Akademik hingga Karier Sejak Hari Pertama

30 Maret 2026 - 13:01 WIB

MOKA SERASI UNM Bekali Mahasiswa Baru

Tak Perlu Tunggu Siap, Alumni UNM Ini Sukses Bangun Usaha

30 Maret 2026 - 12:40 WIB

Gagal Bukan Akhir, Direktur Ini Bongkar Perjalanan Karier dari Nol di MOKA SERASI UNM

30 Maret 2026 - 12:30 WIB

Tak Cukup Lulus, Alumni UNM Ini Ungkap Pentingnya Pengalaman Sejak Kuliah

30 Maret 2026 - 12:18 WIB

Alumni UNM Ini Ungkap Pentingnya Pengalaman

Dari Kampus ke Bisnis Digital, Alumni UNM Ini Bongkar Cara Manfaatkan Peluang Era Teknologi

30 Maret 2026 - 10:39 WIB

Dari Kampus ke Bisnis Digital
Sedang Tren di Berita