NusamandiriNews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali membuktikan bahwa bangku kuliah bukan penghalang untuk sukses berwirausaha. Adalah Hilal Anam Mustofa, mahasiswa semester 7 Program Studi (prodi) Sistem Informasi, yang berhasil menjalankan bisnis jual beli smartphone bekas dengan omzet mencapai Rp150 juta hingga Rp175 juta per bulan melalui brand usahanya, Grafix Store.
Di tengah kesibukan kuliah, tugas, dan ujian, Hilal tetap mampu mengelola bisnisnya secara profesional. Ia menerapkan manajemen waktu disiplin dengan memprioritaskan perkuliahan, sementara operasional bisnis dijalankan di luar jam akademik menggunakan sistem yang terjadwal.
Baca juga:Punya Ide Bisnis Tapi Tak Dieksekusi? Ini 4 Langkah Jadi Entrepreneur Kampus
Mahasiswa UNM Bangun Bisnis Smartphone
“Saya memulai dari satu unit smartphone. Kuncinya berani mulai dan konsisten. Bisnis ini bukan hanya soal keuntungan, tapi membangun kepercayaan pelanggan,” ujar Hilal.
Grafix Store berdiri sejak 2022, berawal dari hobi dan keterbatasan finansial yang mendorong Hilal berpikir kreatif. Bersama sang kakak, ia membeli satu unit smartphone bekas untuk dijual kembali. Dari skala kecil, bisnis tersebut kini telah menjual lebih dari 1.000 unit smartphone melalui berbagai platform digital seperti Tokopedia, Shopee, Carousell, dan Facebook Marketplace.
Dengan margin keuntungan sekitar 5 persen per unit, Grafix Store mampu menghasilkan laba bersih rata-rata Rp6–7 juta per bulan. Strategi quality control ketat dan transparansi kondisi barang menjadi kunci membangun reputasi di pasar perangkat second.
Ia juga menargetkan penjualan lebih dari 2.000 unit per tahun, memperkuat branding digital, serta membuka toko offline untuk meningkatkan kredibilitas bisnisnya.
Sebagai mahasiswa UNM Kampus Digital Bisnis, Hilal mengaku pembelajaran kewirausahaan di kelas serta pendampingan dari Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) sangat membantunya dalam menyusun model bisnis dan mengelola keuangan secara lebih terstruktur.
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menegaskan bahwa keberhasilan Hilal merupakan cerminan ekosistem kewirausahaan yang dibangun UNM.
“Di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa untuk tidak menunggu lulus baru memulai usaha. NEC hadir sebagai wadah pembinaan, mentoring, dan penguatan model bisnis agar mahasiswa berani mengeksekusi ide dan mampu mengelolanya secara profesional. Kisah Hilal menunjukkan bahwa mahasiswa bisa menjadi entrepreneur sejak dini dengan strategi yang tepat,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (24/2).
Baca juga: Startup Mahasiswa Bukan Tren Sesaat Kampus Digital Bisnis Cetak Founder Muda
Menurut Maruloh, NEC terus memperkuat pendampingan agar bisnis mahasiswa tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar digital.
“Kisah ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri bukan sekadar pembelajar teori, melainkan pelaku usaha yang adaptif dan visioner. Di Kampus Digital Bisnis, mahasiswa didorong menjadi pencipta peluang dan penggerak ekonomi digital sejak dini,” tutupnya.










