NusamandiriNews, Jakarta — Semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa terus diperkuat oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Melalui Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) bersama Nusa Mandiri Startup Center (NSC), kampus menggelar kegiatan Sosialisasi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 pada Jumat (6/3) secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang tertarik mengembangkan ide bisnis sekaligus ingin mengetahui lebih dalam peluang mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, sebuah program nasional dari Kementerian Pendidikan yang memberikan kesempatan pendanaan usaha bagi mahasiswa.
Baca juga:H-1 Sosialisasi P2MW 2026 Mahasiswa UNM Berburu Dana Hibah Bisnis hingga Rp20 Juta
UNM Gaspol Cetak Entrepreneur Muda
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai skema program, kategori usaha, hingga strategi penyusunan proposal bisnis agar memiliki peluang lebih besar untuk lolos pendanaan. Program ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha sejak masa perkuliahan.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menjelaskan bahwa P2MW merupakan peluang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis secara lebih terarah.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa bahwa peluang menjadi wirausaha sudah terbuka sejak mereka masih kuliah. Program P2MW dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis menjadi usaha nyata yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (9/3).
Ia menambahkan bahwa NEC akan memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut, mulai dari pengembangan ide, validasi model bisnis, hingga penyusunan proposal usaha yang kompetitif.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari Raflie, mahasiswa penerima hibah P2MW 2025. Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalaman mulai dari proses penyusunan proposal hingga akhirnya berhasil mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya.
Menurut Raflie, salah satu kunci keberhasilan dalam mengikuti program P2MW adalah keseriusan tim dalam melakukan riset pasar dan menyusun perencanaan bisnis yang matang.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa bahwa peluang memperoleh pendanaan melalui P2MW terbuka luas bagi mereka yang memiliki ide bisnis inovatif serta kesiapan dalam menjalankan usaha.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pada pelaksanaan P2MW tahun sebelumnya, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang tergabung dalam tim Nutrifeed berhasil lolos seleksi nasional dan memperoleh dana hibah pengembangan usaha.
Baca juga:Serius Incar Dana P2MW 2026, UNM Siapkan Proposal Wirausaha Mahasiswa Lebih Tajam
Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam P2MW 2026 serta mengembangkan ide bisnis yang memiliki nilai inovasi dan potensi pasar.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, jelas Maruloh, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memulai usaha sejak kuliah serta memanfaatkan berbagai program pembinaan kewirausahaan yang tersedia.
“Dengan dukungan NEC dan NSC, kampus terus berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa, sehingga lahir lebih banyak entrepreneur muda inovatif yang tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan di masa depan,” tutupnya.










