NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset berdampak melalui capaian membanggakan di tingkat doktoral. Sri Hadianti, M.Kom., mahasiswa Program Studi Informatika Program Doktor (S3), berhasil meraih pendanaan bergengsi melalui Program Fellowship Penelitian Disertasi Doktor 2026.
Keberhasilan ini diraih melalui proposal penelitian inovatif berjudul “Pengembangan Metode Interpolasi Gambar Presisi Tinggi dan Fungsi Kerugian Adaptif untuk Menstabilkan Model Deteksi Hama Kentang Berbasis Deep Learning”, yang menawarkan solusi teknologi untuk sektor pertanian Indonesia.
Baca juga:Sempro Tesis UNM 2026: Riset AI, IoT & Blockchain Kian Tajam
Riset AI untuk Petani Tembus Pendanaan Bergengsi
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Deep Learning untuk mendeteksi hama dan penyakit tanaman kentang secara lebih akurat. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya akurasi sistem deteksi akibat kualitas gambar yang beragam di lapangan, seperti pencahayaan tidak merata hingga resolusi kamera yang terbatas.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sri mengembangkan dua pendekatan utama, yakni metode interpolasi gambar presisi tinggi untuk meningkatkan kualitas visual daun tanaman, serta fungsi kerugian adaptif guna menstabilkan model AI saat menghadapi data yang tidak seimbang.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa riset di Universitas Nusa Mandiri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat. Kami terus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung, termasuk di sektor strategis seperti pertanian,” ujarnya dalam keterangan rilis, pada Senin (13/4).
Sri Hadianti mengungkapkan bahwa penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan secara luas, khususnya bagi petani di daerah.
“Melalui penelitian ini, saya ingin menghadirkan solusi yang benar-benar bisa digunakan oleh petani, terutama dalam mendeteksi hama sejak dini. Harapannya, teknologi ini dapat membantu mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Dalam proses penelitiannya, Sri mendapat bimbingan dari para pakar, yaitu Prof. Dr. Dwiza Riana sebagai pembimbing senior dan Dr. Eng. Muhammad Haris sebagai asisten supervisor. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menghasilkan riset yang kuat secara metodologi dan relevan secara implementasi.
Secara keseluruhan, penelitian ini berpotensi menghasilkan sistem deteksi hama berbasis AI yang dapat diintegrasikan ke dalam perangkat mobile, sehingga mudah diakses oleh petani di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang konsisten mendorong pengembangan riset berbasis teknologi, serta berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi digital.
Dengan prestasi ini, UNM optimis dapat terus melahirkan peneliti dan inovator yang mampu menjawab tantangan global melalui solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan.









