NusamandiriNews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan semangat belajar dan keberanian mengembangkan kompetensi sejak awal perkuliahan. Adalah Alif Vanop Khoirunnisyam, mahasiswa semester 1 penerima BJU (Beasiswa Jalur Undangan), yang mendapat kesempatan menjalankan tugas profesional pertamanya sebagai kameramen dalam kegiatan Pertemuan Akademik Universitas Nusa Mandiri.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman perdana Alif terlibat langsung dalam kegiatan resmi kampus dengan tanggung jawab teknis di bidang produksi dokumentasi. Meski sempat merasakan gugup, ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik hingga acara berakhir.
Baca juga:Prodi Bisnis Digital UNM Siap Cetak Inovator Digital, Apakah Kamu Siap?
Semester 1 Sudah Jadi Kameramen
“Ini pengalaman pertama saya menjadi kameramen dalam acara resmi. Awalnya sangat menegangkan, tetapi saya mencoba tetap fokus dan percaya diri agar dapat menyelesaikan tugas dengan maksimal,” ungkap Alif.
Menurut Ketua prodi Bisnis Digital, Lia Mazia, keterlibatan mahasiswa sejak semester awal dalam praktik nyata merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran Prodi Bisnis Digital UNM.
“Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengasah keterampilan teknis, komunikasi, manajemen situasi, serta kepercayaan diri melalui pengalaman langsung di lapangan,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Senin (2/3).
Baca juga:Bikin Mahasiswa Tembus PIMNAS Dosen Bisnis Digital UNM Jadi Terbaik
Ia menjelaskan sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri secara konsisten membuka ruang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang, praktik industri, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan profesional kampus. Program Beasiswa Jalur Undangan (BJU) yang diterima Alif juga menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung mahasiswa berpotensi agar mampu berkembang secara akademik dan profesional sejak dini.
“Langkah berani Alif di semester pertama menjadi bukti bahwa kesiapan karier tidak harus menunggu tahun akhir perkuliahan. Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif mengambil peluang, berani mencoba tantangan baru, dan membangun portofolio sejak awal sebagai bekal menghadapi dunia kerja di era digital,” tutup.










