NusamandiriNews, Jakarta–Skripsi kerap dipandang sekadar sebagai syarat akademik untuk meraih gelar sarjana. Namun di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, skripsi ditempatkan sebagai khazanah intelektual bernilai strategis yang merekam proses berpikir kritis, riset sistematis, serta dinamika keilmuan mahasiswa lintas program studi.
Setiap skripsi memuat gagasan, analisis, dan temuan ilmiah yang tidak berhenti pada momen kelulusan. Akumulasi karya ilmiah mahasiswa ini membentuk bank pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk riset lanjutan, pengembangan keilmuan, serta referensi akademik yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Baca juga: Komet 3I/ATLAS Bukan Alien, Tapi Cermin Krisis Literasi Digital Kita
Skripsi Cuma Arsip?
Perpustakaan Universitas Nusa Mandiri memegang peran penting dalam menjaga dan mengelola khazanah tersebut. Melalui pengelolaan skripsi dalam bentuk cetak dan digital, termasuk penguatan repository institusi, perpustakaan berfungsi sebagai penjaga memori akademik sekaligus pusat diseminasi pengetahuan yang terbuka dan terukur.
Pustakawan Universitas Nusa Mandiri, Dio Andre Nusa, menegaskan bahwa skripsi memiliki nilai strategis jika dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.
“Di UNM, skripsi tidak kami tempatkan sebagai arsip pasif. Setiap karya mahasiswa adalah sumber pengetahuan yang bisa dipelajari kembali, dikembangkan, dan dijadikan rujukan ilmiah. Perpustakaan berperan memastikan skripsi mudah diakses, terdokumentasi dengan baik, dan memberi dampak nyata bagi pengembangan akademik,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (19/1).
Menurutnya, keterbukaan akses dan pengelolaan digital menjadi kunci agar skripsi dapat memberi manfaat lebih luas.
Baca juga: Mahasiswa 2025 Wajib Tahu! Literasi Digital Jadi Mata Uang Baru
“Repository institusi memungkinkan karya mahasiswa tidak hanya dibaca oleh sivitas akademika, tetapi juga oleh peneliti dan masyarakat. Ini bagian dari upaya membangun budaya akademik yang menghargai kualitas, orisinalitas, dan keberlanjutan ilmu,” tambah Dio.
Dengan pendekatan tersebut, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga merawat dan mengembangkan pengetahuan.
“Skripsi tidak lagi berhenti sebagai dokumen akhir studi, melainkan menjadi warisan intelektual yang berkontribusi bagi dunia akademik, riset, dan masyarakat luas,” tutupnya.










