NusamandiriNews, Depok–Sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), mahasiswa semester 3 Program Studi Bisnis Digital, Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, melaksanakan kegiatan wawancara kepada pedagang kaki lima di kawasan Stasiun Pondok Cina, Selasa (30/12). Kegiatan ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Allyzra Mawar Apringga, Ni Komang Ayu Berliana, Alisya Estin Kamila, Frederika Manuela Lawalata, dan Nadine Bunga Nauli. Berdasarkan hasil wawancara, pedagang menjelaskan bahwa usaha yang dijalankan merupakan usaha kuliner untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Nilai jual usaha terletak pada cita rasa khas, harga terjangkau, dan pelayanan ramah, sehingga mampu membedakan dari pedagang sejenis.
Baca juga: Prodi Bisnis Digital UNM Lahirkan Entrepreneur Muda Siap Bersaing Global
Strategi Mahasiswa UNM Ciptakan Pekerjaan Layak
Target pasar utama usaha ini adalah mahasiswa, pekerja, dan warga sekitar Pondok Cina. Usaha tersebut bermula dari pengalaman bekerja bersama orang lain, yang kemudian mendorong pedagang untuk membuka usaha sendiri.
Kegiatan usaha hanya dilakukan secara offline di satu lokasi, dengan modal awal berasal dari dana pribadi. Pedagang menyampaikan bahwa usaha mulai mencapai titik balik modal setelah beberapa bulan berjalan, meskipun pendapatan harian masih fluktuatif.
Dari sisi legalitas, usaha telah memiliki surat izin resmi, menandakan upaya pelaku usaha menciptakan pekerjaan yang lebih tertib dan layak, meskipun sektor informal masih menghadapi tantangan dalam perlindungan dan keberlanjutan.
Melalui wawancara ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai peran sektor informal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penciptaan pekerjaan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencapaian SDGs 8.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kaprodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menyatakan kegiatan wawancara ini memberi mahasiswa pengalaman nyata dalam memahami dinamika usaha di sektor informal.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Ikuti Sosialisasi Sertifikasi Analis Program
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana pedagang menciptakan nilai, menjaga keberlanjutan usaha, dan membangun pekerjaan yang layak. Ini sesuai dengan visi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, yang menekankan pembelajaran berbasis praktik dan keterlibatan langsung dengan dunia usaha,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (5/1).
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Nusa Mandiri dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pemahaman praktis terkait kewirausahaan, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.










