NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis melalui langkah strategis di bidang akademik. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Program Studi Magister Ilmu Komputer resmi bertransformasi menjadi Program Studi Magister Informatika.
Penyerahan Surat Keputusan dilaksanakan pada Rabu (14/1) di Auditorium Gedung C Lantai 1, Kantor LLDikti Wilayah III Jakarta. Momentum ini menandai penguatan arah pengembangan pendidikan pascasarjana UNM agar semakin relevan dengan kebutuhan industri digital dan transformasi teknologi global.
Baca juga: Ganti Nama, Ganti Arah? UNM Resmikan Magister Informatika Hadapi Era AI dan Industri Digital
UNM Ubah Arah Magister ke Informatika Digital
Transformasi Magister Informatika ini tidak sekadar perubahan nama, melainkan penyesuaian strategis pada kurikulum, fokus keilmuan, serta kompetensi lulusan. Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul di bidang informatika, kecerdasan artifisial, analitik data, sistem cerdas, dan pengembangan solusi digital berkelanjutan yang selaras dengan kebutuhan bisnis modern.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Anton, menegaskan bahwa perubahan ini menjadi fondasi penting penguatan mutu akademik dan riset. Menurutnya, Magister Informatika diarahkan untuk melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi nyata bagi industri, bisnis digital, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pengembangan program studi yang responsif terhadap dinamika zaman. Kehadiran Program Studi Magister Informatika diharapkan menjadi pusat pengembangan riset terapan, kolaborasi industri, serta inkubator inovasi di bidang teknologi informasi,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Rabu (14/1).
Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof Dr Dwiza Riana, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari arah besar UNM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.
“Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian nama, tetapi refleksi dari arah strategis Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis. Magister Informatika dirancang untuk memperkuat kompetensi lulusan agar mampu berperan aktif dalam pengembangan teknologi, riset terapan, dan inovasi digital yang dibutuhkan industri dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, percepatan transformasi digital menuntut perguruan tinggi untuk bergerak lebih progresif dan adaptif.
Baca juga: Deteksi TBC Masih Lambat? Mahasiswa S2 Universitas Nusa Mandiri Buktikan AI Bisa Lebih Cepat
“Kami ingin lulusan Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar penonton. Karena itu, kurikulum, riset, dan kolaborasi industri terus kami selaraskan dengan kebutuhan nyata di era digital,” ujarnya.
Sebagai institusi yang konsisten mengusung inovasi, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pengembangan program studi yang relevan dengan masa depan. Kehadiran Program Studi Magister Informatika diharapkan menjadi pusat pengembangan riset, kolaborasi industri, serta inkubator gagasan inovatif di bidang teknologi informasi.
Melalui transformasi ini, Universitas Nusa Mandiri semakin memperkokoh perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul di era digital.










