NusamandiriNews, Bogor–Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus menunjukkan komitmennya dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM menggelar pelatihan bertema “Perencanaan Strategis PAUD Duniaku Menggunakan Business Model Canvas”, pada Sabtu (18/10).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung DPRD Kota Bogor, bekerja sama dengan mitra pengabdian PAUD Duniaku. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan manajerial serta perencanaan strategis pengelola PAUD dalam mengembangkan lembaganya secara berkelanjutan di era digital.
Baca juga: UNM Dorong Guru dan Orang Tua PAUD Melek Literasi Keuangan Sejak Dini
Pelatihan Business Model Canvas
Acara dibuka oleh Ati Chandrasari selaku master of ceremony, bersama Ira Issriati selaku Kepala PAUD Duniaku, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Universitas Nusa Mandiri. Ia menilai kegiatan ini memberi dampak positif bagi peningkatan wawasan dan kemampuan pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Muhammad Abdullah dan melibatkan tim dosen Hary Mulyadi, serta Valentine Theresia Simamora bersama beberapa mahasiswa. Mereka memberikan pendampingan dan pelatihan langsung kepada para pengelola PAUD.
Sebagai tutor utama, Hary Mulyadi menyampaikan materi dengan topik “Workshop Perencanaan Strategis PAUD Duniaku Menggunakan Business Model Canvas”. Ia menekankan pentingnya pemahaman konsep perencanaan yang sistematis agar lembaga pendidikan dapat mengenali kekuatan, peluang, dan tantangan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital.
Topik pelatihan ini mencakup prinsip keberlanjutan lembaga, inovasi layanan, dan penerapan digitalisasi dalam manajemen pendidikan anak usia dini. Peserta diajak memahami bagaimana Business Model Canvas dapat menjadi alat strategis dalam merancang model bisnis lembaga pendidikan yang efektif dan adaptif.
Baca juga: Mahasiswa Melek Digital, Indonesia Siap Bersaing di Panggung Global
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri berharap para peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan untuk memperkuat tata kelola dan daya saing lembaga. Di akhir kegiatan, Hary Mulyadi mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan wawasan serta menjadikan Business Model Canvas sebagai panduan dalam menyusun dan mengevaluasi strategi pengembangan lembaga pendidikan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui literasi digital dan penguatan kapasitas kelembagaan berbasis inovasi.










