NusamandiriNews, Depok–Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, terus memperkuat langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan industri global. Melalui kegiatan Come to Company, UNM melakukan penjajakan kerja sama dengan OrangeKloud, perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Luzerne, Singapura. Pertemuan yang berlangsung secara hybrid ini digelar pada Kamis (11/12) dan menjadi momentum penting dalam pengembangan inovasi mobile programming berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pertemuan dilaksanakan di Gedung Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Depok, dan dihadiri langsung oleh Wisnu Adhika, Business Development Manager (Indonesia) OrangeKloud. Sementara itu, Muhammad Shaamel, Vice President OrangeKloud, mengikuti secara virtual dari Singapura.
Baca juga:UNM: Go Internasional! Kuasai AI Lewat Kolaborasi Global
UNM Perkuat Kolaborasi Global
Dari pihak Universitas Nusa Mandiri hadir jajaran pimpinan dan pengelola akademik, antara lain Arif Hidayat selaku Wakil Rektor II Bidang Non Akademik, Anton selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Arfhan Prasetyo selaku Ketua Program Studi Informatika, Tati Mardiana selaku Ketua Program Studi Sains Data, Eni Heni Hermaliani selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer S2, serta Muhammad Faisal selaku Kepala Nusa Mandiri Career Center.
Penjajakan kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas mahasiswa dalam bidang mobile programming melalui pemanfaatan platform eMOBIQ AI, sebuah platform pengembangan aplikasi mobile berbasis kecerdasan buatan dari OrangeKloud. Selain itu, pembahasan juga mencakup implementasi IEP (Internship Experience Program) 3 + 1, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman industri secara lebih mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, OrangeKloud menawarkan tiga inisiatif utama kepada Universitas Nusa Mandiri. Pertama, Partnership Program Proposal, berupa skema kemitraan strategis untuk mendukung pengembangan kompetensi digital mahasiswa. Kedua, Licensing Support, yakni penyediaan lisensi eMOBIQ AI bagi mahasiswa UNM sebagai sarana pembelajaran dan praktik inovasi teknologi. Ketiga, Pilot Project Consideration, berupa program train the trainer sebagai langkah awal implementasi kerja sama.
Kepala Nusa Mandiri Career Center, Muhammad Faisal, menilai program IEP 3 + 1 sebagai terobosan penting dalam menyiapkan lulusan siap bersaing di dunia kerja global.
“Program IEP 3 + 1 menjadi jembatan strategis antara kampus dan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja. Ini sejalan dengan komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri digital,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (22/12).
Baca juga:Humas Universitas Nusa Mandiri Ikuti Penjajakan Kerjasama dengan OrangeCloud Secara Online
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Anton, menyampaikan apresiasi kepada OrangeKloud atas kepercayaan yang diberikan kepada UNM.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan OrangeKloud kepada Universitas Nusa Mandiri. Pemanfaatan platform eMOBIQ AI di lingkungan akademik akan mendorong mahasiswa lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan solusi teknologi, khususnya di bidang mobile programming berbasis AI,” paparnya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Universitas Nusa Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis yang aktif membangun kolaborasi internasional. Sinergi dengan OrangeKloud diharapkan segera terealisasi dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan serta kontribusi inovasi teknologi karya mahasiswa Indonesia di kancah global.










