NusamandiriNews–Di era digital yang bergerak serba cepat, menjadi mahasiswa informatika tidak lagi cukup hanya fokus pada tugas kuliah dan mengejar nilai akademik. Dunia teknologi berubah dalam hitungan bulan, bahkan minggu. Dalam situasi ini, keunggulan bukan lagi milik mereka yang sekadar memahami teori, tetapi mereka yang berani mencoba, bereksperimen, dan menciptakan sesuatu yang nyata.
Di sinilah pentingnya startup mindset. Banyak yang masih salah memahami konsep ini. Startup mindset bukan semata soal mendirikan perusahaan rintisan, melainkan tentang pola pikir yakni berani mengambil risiko, cepat beradaptasi, dan tidak takut gagal. Sayangnya, saya melihat masih banyak mahasiswa yang ragu melangkah. Ketakutan akan kegagalan sering kali muncul bahkan sebelum proses dimulai.
Baca juga: AI Mengguncang Dunia Kerja, S2 Informatika Jadi Kunci Naik Level Karier
Mahasiswa Informatika Bangun Startup Mindset
Padahal, dalam dunia teknologi dan startup, kegagalan bukanlah akhir. Ia adalah bagian dari proses belajar. Setiap kesalahan adalah data, setiap kegagalan adalah umpan balik untuk memperbaiki strategi. Mahasiswa yang berani mencoba meskipun belum berhasil akan memiliki pengalaman yang jauh lebih berharga dibandingkan mereka yang hanya berkutat pada teori.
Perbedaan antara mahasiswa yang berkembang dan yang stagnan sering kali bukan pada kemampuan, tetapi pada mindset.
Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berkarya. Mahasiswa Informatika S1 dilatih untuk membangun proyek nyata sejak dini mulai dari aplikasi sederhana, pengembangan sistem, hingga eksplorasi ide bisnis digital.
Pendekatan ini penting untuk menanamkan satu hal mendasar yakni ide tanpa eksekusi tidak memiliki nilai. Banyak ide brilian yang tidak pernah berdampak karena tidak pernah diwujudkan. Sebaliknya, ide sederhana yang dieksekusi dengan baik justru mampu memberikan solusi nyata.
Generasi Z sebenarnya memiliki keunggulan besar. Akses terhadap teknologi, informasi, dan tools digital terbuka lebar. Namun keunggulan itu akan sia-sia jika tidak diiringi dengan keberanian untuk mencoba.
Startup mindset mengajarkan satu prinsip sederhana namun kuat yaitu lebih baik mencoba dan belajar dari kegagalan, daripada tidak pernah memulai dan tertinggal.
Dunia kerja hari ini juga mulai bergeser. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang “pintar”, tetapi mereka yang punya inisiatif, pengalaman proyek, dan kemampuan problem solving. Semua itu tidak bisa didapat hanya dari ruang kelas, tetapi dari proses mencoba yang nyata.
Baca juga:Siapkan Talenta Digital Prodi Informatika UNM Matangkan Strategi Pembelajaran 2026
Karena itu, saya mengajak mahasiswa informatika untuk mengubah cara pandang. Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Jangan takut gagal sebelum mencoba. Mulailah dari hal kecil, bangun proyek, uji ide, dan terus belajar dari prosesnya.
Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling banyak tahu, tetapi mereka yang paling berani mencoba. Jadi, pertanyaannya sederhana, kamu ingin terus menunggu, atau mulai membangun hari ini?
Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri









