Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Data Pribadi Aman 100%! Dosen UNM Ungkap Teknologi Rahasia Anti Bocor di Era Digital

badge-check

Di era digital yang serba cepat ini, data pribadi telah menjadi “emas” baru yang nilainya tak ternilai. Sayangnya, emas ini sering kali berada di tangan yang salah. Foto wajah, identitas diri, hingga informasi sensitif lainnya bisa dengan mudah disalahgunakan jika tidak dilindungi dengan baik. Sebagai dosen di Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, saya merasa tantangan ini tak bisa dibiarkan berlalu begitu saja.

Itulah yang mendorong saya untuk melakukan penelitian bersama rekan-rekan dosen dari beberapa kampus. Fokus kami sederhana namun krusial: bagaimana menciptakan teknologi yang benar-benar mampu melindungi data pribadi dari kebocoran dan penyalahgunaan. Dari proses ini lahirlah sebuah metode inovatif yang menggabungkan dua teknik canggih, visual cryptography dan steganografi, untuk membangun lapisan perlindungan ganda yang sulit ditembus.

Baca juga: Prodi Bisnis Digital UNM Selaraskan Standar Penilaian Sidang Tugas Akhir, Siapkan Lulusan Siap Kerja Melalui Program IEP 3+1

Dosen UNM Ungkap Teknologi Rahasia Anti Bocor di Era Digital

Visual cryptography membagi gambar asli menjadi beberapa potongan acak (shares) yang tak bermakna jika berdiri sendiri. Hanya ketika potongan yang tepat digabungkan, gambar asli bisa muncul kembali. Lalu, salah satu share ini kami sembunyikan ke dalam gambar lain menggunakan metode steganografi Random LSB, teknik yang menyisipkan data pada bit paling kecil dalam gambar, sehingga perubahannya hampir tak terlihat oleh mata manusia.

Hasil pengujian pada 10 sampel gambar menunjukkan angka Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) di atas 70 dB, yang berarti kualitas gambar tetap sangat tinggi, dengan Mean Squared Error (MSE) di bawah 0,01. Pesan tersembunyi bisa tetap diidentifikasi dengan jelas meski kualitas visual sedikit menurun ketika gambar dikembalikan.

Bagi saya, inovasi ini bukan sekadar eksperimen teknis, tetapi wujud komitmen nyata dari UNM untuk menghasilkan solusi teknologi yang berdampak luas. Bayangkan jika metode ini digunakan di sektor perbankan, layanan kesehatan, atau pemerintahan—kebocoran data sensitif dapat ditekan secara signifikan.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM tak hanya fokus pada teori, tapi juga mendorong mahasiswa terjun langsung dalam praktik dunia kerja melalui Program Unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Dengan skema ini, mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan di kampus, lalu menghabiskan satu tahun penuh magang profesional di perusahaan nasional maupun multinasional. Inilah jembatan yang menghubungkan inovasi akademik dengan kebutuhan industri secara nyata.

Baca juga: Generasi Z Siap Meroket! Gabung Prodi Bisnis Digital UNM dengan Program IEP 3+1

Saya percaya, masa depan keamanan data bergantung pada kombinasi teknologi canggih, etika digital, dan keterampilan praktis yang dibentuk sejak di bangku kuliah. Dan melalui riset, kolaborasi, dan program pendidikan seperti IEP 3+1, Universitas Nusa Mandiri siap melahirkan generasi yang tak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bertanggung jawab menjaga integritas informasi.

Penulis: Luky Fabrianto, Dosen Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perpustakaan Ramai, Tapi Buku Masih Sepi? Saatnya Mahasiswa Klik Otak, Bukan Hanya Wi-Fi

10 Februari 2026 - 12:58 WIB

Perpustakaan Ramai, Tapi Buku Masih Sepi?

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak
Sedang Tren di Opini