Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

IPK Tinggi Tak Cukup, Saatnya Mahasiswa Melek Literasi!

badge-check


IPK Tinggi Tak Cukup, Saatnya Mahasiswa Melek Literasi! Perbesar

NusamandiriNews–Mahasiswa abad ke-21 hidup dalam situasi akademik dan profesional yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Arus informasi bergerak cepat, tuntutan dunia kerja semakin dinamis, dan kompetisi berlangsung secara global. Dalam kondisi ini, kemampuan akademik semata tidak lagi cukup. Nilai tinggi tanpa keterampilan berpikir, bersikap, dan mengelola informasi justru berisiko membuat mahasiswa gagap menghadapi realitas. Di sinilah literasi dan peran perpustakaan menjadi fondasi penting dalam membentuk soft skill mahasiswa.

Sebagai pustakawan, saya melihat langsung bagaimana literasi informasi menjadi kebutuhan mendesak. Mahasiswa hari ini dihadapkan pada banjir informasi, namun tidak semuanya benar, relevan, atau dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kemampuan mencari, menyeleksi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan etis adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki. Perpustakaan hadir bukan sekadar sebagai ruang koleksi buku, tetapi sebagai pusat pembelajaran literasi akademik yang membekali mahasiswa dengan kecakapan intelektual.

Baca juga:Perpustakaan Masih Sekadar Rak Buku? UNM Jawab Tantangan Digital

Saatnya Mahasiswa Melek Literasi!

Literasi yang kuat akan melahirkan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa yang terbiasa berinteraksi dengan sumber ilmiah akan lebih terlatih menganalisis, membandingkan sudut pandang, dan menarik kesimpulan secara rasional. Di perpustakaan, mahasiswa belajar bahwa pengetahuan tidak berdiri tunggal, melainkan harus diuji, diperdebatkan, dan dipahami secara mendalam. Proses inilah yang membentuk cara berpikir kritis, keterampilan yang sangat dibutuhkan baik di dunia akademik maupun profesional.

Selain itu, etika akademik dan integritas ilmiah menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Di tengah kemudahan akses informasi digital, risiko plagiarisme semakin besar. Mahasiswa perlu memahami pentingnya sitasi, penghargaan terhadap karya ilmiah orang lain, serta tanggung jawab moral dalam menulis dan meneliti. Perpustakaan berperan aktif memberikan edukasi tentang penulisan ilmiah yang beretika, karena kejujuran akademik adalah fondasi kredibilitas intelektual.

Perpustakaan juga menjadi ruang tumbuhnya kemandirian belajar. Mahasiswa tidak bisa selamanya bergantung pada dosen atau materi kelas. Dunia terus berubah, dan kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi kunci. Lingkungan perpustakaan yang kondusif serta akses ke sumber ilmiah yang luas mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri. Di sinilah karakter pembelajar sejati dibentuk.

Baca juga:Dunia Memanas, Siapkah Cara Pikir Kita? UNM Perkuat Literasi Mahasiswa

Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, memandang penguatan literasi berbasis perpustakaan sebagai bagian dari strategi besar mencetak lulusan yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Perpustakaan dan pustakawan bukan pelengkap, melainkan mitra strategis dalam pengembangan soft skill mahasiswa. Jika ingin sukses di abad ke-21, mahasiswa harus melampaui sekadar IPK. Saatnya menjadikan literasi sebagai kekuatan karena masa depan dimenangkan oleh mereka yang mampu berpikir, belajar, dan bersikap secara cerdas.

Penulis: Dio Andre Nusa, Pustakawan Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini