Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Artikel Ilmiah

Bantu Masyarakat Mengetahui Kelayakan Air Pada Lingkungan Dosen Nusa Mandiri Ciptakan Alat Pendeteksi Kadar Logam Pada Air

badge-check

Jakarta, NusamandiriNews – Dalam membantu masayarakat untuk memastikan kualitas air yang pantas konsumsi, dibutuhkan adanya upaya pengolahan yang baik serta pengawasan secara rutin. Proses uji kelayakan air guna dikonsumsi sangat diperlukan oleh lembaga penguji maupun masyarakat.

Penelitian sekelompok dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri, menunjukkan bahwa dapat mendeteksi kadar logam pada air, sensor konduktivitas akan mendeteksi air dan menentukan layak atau tidaknya air tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Ketua kelompok peneliti, Dany Pratmanto mengatakan banyak sekali pabrik yang dibangun di kota besar maupun kota kecil bahkan ada yang di tengah-tengah pemukiman warga. Limbah pabrik dapat menyebabkan lingkungan tercemar termasuk pencemaran pada air yang menimbulkan adanya penyakit.

“Alat yang kami ciptakan ini dapat mempermudah masyarakat untuk mengetahui layak atau tidaknya air pada lingkungan tersebut,” tutur Dany dalam keterangan tertulis, Selasa (5/1).

Baca Juga : Aplikasi Administrasi Rawat Jalan Untuk Membantu dan Memudahkan Rumah Sakit

Ia menyebutkan alat pendeteksi kadar logam pada air ini merupakan elektronika berbasis Arduino UNO dan menggunakan sensor konduktivitas. Alat ini digunakan untuk mengetahui berapa kadar logam yang terkadung pada air, apakah kadar logam yang terkandung pada air termasuk kategori layak atau tidak layak digunakan.

“Untuk menjalankan alat ini, hubungkan alat dengan catu daya 12 Volt AC, kemudian masukan sensor ke dalam object yang akan dideteksi. Kemudian jika air yang telah terdeteksi kadar logamnya kurang dari 0,3 mg/l status pada LCD air tersebut dikatakan “Layak” dan buzzer tidak berbunyi, jika kadar logam lebih dari 0,3 mg/l maka air tersebut dikatakan “Tidak Layak” kemudian buzzer akan mengeluarkan berupa suara beep,” jelasnya.

Baca Juga : Ipin Sugiyarto Dosen Universitas Nusa Mandiri Mampu Kembangkan Alat Smart Home System

Hasil rancangan alat ini, katanya, dibuat menggunakan beberapa komponen yaitu menggunakan sensor konduktivitas untuk mendeteksi object, Arduino UNO sebagai proses pengolahan data, LCD dan buzzer sebagai output, catu daya 12 Volt.

“Sensor konduktivitas bekerja dengan baik ditandai dengan adanya inputan kadar logam yang dihasilkan oleh sensor berupa angka. Alat ini dapat mendeteksi kadar logam pada air dengan kondisi jika kadar logam pada air yang terdeteksi kurang dari 0.3 mg/l maka status layak, jika kadar logam lebih dari 0.3 mg/l maka statusnya tidak layak,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

5 Jurusan Paling Dicari hingga 2030, Jangan Salah Pilih Kuliah!

1 April 2026 - 13:00 WIB

5 Jurusan Paling Dicari hingga 2030

PKM 2026 Dibuka! Ini Strategi Lolos Pendanaan Nasional untuk Mahasiswa

27 Maret 2026 - 08:43 WIB

Strategi Lolos Pendanaan PKM 2026

Galau Mulai Skripsi? Ini Cara Menentukan Topik Penelitian Tugas Akhir

13 Maret 2026 - 09:05 WIB

Memahami Tahapan Awal Penelitian

Profesi Data Analyst Kian Diburu, Gajinya Bisa Tembus Rp20 Juta Lebih

12 Maret 2026 - 15:12 WIB

Peran Strategis Data Analyst

Bisnis Gagal Saat Kuliah? Tenang, Ini 3 Cara Bangkit ala Entrepreneur Muda

12 Maret 2026 - 13:50 WIB

Ketika Bisnis Tidak Berjalan Sesuai Rencana
Sedang Tren di Artikel Ilmiah