Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Membaca Masa Depan Lewat Data: Peran Generasi Muda di Era Big Data

badge-check


					Peran Generasi Muda di Era Big Data Perbesar

Peran Generasi Muda di Era Big Data

Setiap zaman memiliki “bahasa” yang menentukan arah peradabannya. Pada masa lalu, bahasa itu mungkin berupa tanah, modal, atau bahkan kekuatan militer. Kini, bahasa yang menjadi penentu arah dunia adalah data. Generasi muda tumbuh di tengah derasnya arus data, dari scroll media sosial, transaksi digital, hingga rekam jejak gaya hidup mereka sehari-hari. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah apakah mereka hanya sekadar menjadi penghasil data, atau sudah siap mengambil peran sebagai pengelola dan pemakna data.

Istilah big data memang terdengar begitu akrab, bahkan kadang dianggap sekadar jargon akademis atau tren teknologi yang keren. Padahal, big data bukan sekadar tren, melainkan keniscayaan yang sudah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan. Rumah sakit kini memanfaatkannya untuk mendeteksi pola penyakit. Perusahaan ritel menggunakannya demi memahami perilaku konsumen. Pemerintah pun mengandalkan data dalam merumuskan kebijakan publik. Singkatnya, big data tidak lagi menjadi pilihan tambahan, melainkan alat utama bagi siapa saja yang ingin bertahan dan berkembang di masa depan.

Baca juga: Naik Level di Dunia Digital dengan Magister Ilmu Komputer

Peran Generasi Muda di Era Big Data

Generasi muda, terutama Gen Z, adalah kelompok yang paling intens berinteraksi dengan data. Setiap unggahan video di TikTok, setiap transaksi nontunai, hingga jejak perjalanan dengan ojek online adalah potongan data yang membentuk gambaran besar kehidupan masyarakat modern. Dengan kata lain, mereka adalah produsen data terbesar. Akan tetapi, menjadi produsen data saja tidak cukup. Tantangan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan untuk bertransformasi menjadi pengendali data. Karena di tangan pengendali, data bisa diolah menjadi wawasan, inovasi, dan solusi nyata yang berdampak luas.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sangat konsen dalam bidang sains data. Kami meyakini bahwa sains data tidak sekadar soal menguasai keterampilan teknis seperti machine learning atau artificial intelligence. Lebih dari itu, sains data adalah cara berpikir kritis, etis, sekaligus kreatif dalam memaknai informasi. Di program studi Sains Data, mahasiswa tidak hanya diajarkan mengolah angka atau membangun model prediksi. Mereka juga dilatih untuk mengajukan pertanyaan mendasar: apa arti data ini bagi kehidupan manusia, bagaimana data bisa membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan sejauh mana data dapat digunakan secara etis agar tidak merugikan pihak lain.

Masa depan yang berkelanjutan hanya bisa lahir dari generasi yang mampu melihat data bukan sekadar sebagai angka-angka dingin, melainkan sebagai cermin dari kehidupan itu sendiri. Generasi muda yang memahami sains data memiliki potensi besar untuk menjadi pionir perubahan di berbagai bidang. Bayangkan ketika anak-anak muda di pedesaan mampu mengolah data pertanian demi meningkatkan hasil panen, atau wirausaha muda yang lihai membaca tren pasar lokal dan global melalui analisis data, atau bahkan aktivis sosial yang memanfaatkan data untuk memperjuangkan isu lingkungan dan keadilan. Semua itu bukan sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan jika generasi muda mau melangkah lebih jauh dari sekadar pengguna teknologi menuju penggerak perubahan berbasis data.

Baca juga: Generasi Profesional Berbasis Teknologi: Pilar Masa Depan Ekonomi Digital

Saya selalu menekankan kepada mahasiswa saya, “Mereka yang bisa membaca data dengan benar, akan bisa membaca masa depan.” Dunia ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki modal besar, melainkan oleh siapa yang mampu menjadikan data sebagai modal pengetahuan dan kebijakan. Maka, inilah panggilan yang patut dijawab generasi muda, jangan hanya berhenti sebagai pengguna media sosial atau penikmat teknologi. Jadilah pemikir, pengolah, sekaligus pencipta inovasi berbasis data. Karena dengan begitu, mereka tidak sekadar mengikuti arus zaman, melainkan juga menjadi arsitek masa depan.

Penulis: Tati Mardiana, Kaprodi Sains Data Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akreditasi Unggul: Energi Baru untuk Inovasi dan Riset

27 Agustus 2025 - 13:42 WIB

Energi Baru untuk Inovasi dan Riset

Akreditasi Unggul Bukan Garis Akhir, Melainkan Awal Lompatan Baru

27 Agustus 2025 - 13:06 WIB

Akreditasi Unggul Bukan Garis Akhir

Naik Level di Dunia Digital dengan Magister Ilmu Komputer

27 Agustus 2025 - 10:53 WIB

Naik Level di Dunia Digital

Mencetak Generasi Digitalpreneur Unggul di Era Ekonomi Digital

15 Agustus 2025 - 08:56 WIB

Generasi Digitalpreneur Unggul

Generasi Profesional Berbasis Teknologi: Pilar Masa Depan Ekonomi Digital

14 Agustus 2025 - 16:28 WIB

Generasi Profesional Berbasis Teknologi
Sedang Tren di Opini