Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Cerdas Tanpa Etika, Bahaya Baru Dunia Pendidikan

badge-check

NusamandiriNews–Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah mengubah cara berpikir generasi muda. Pendidikan tinggi kini tidak lagi sekadar ruang akademik, tetapi juga arena kompetisi dan ambisi. Banyak mahasiswa mengejar gelar demi status sosial, bukan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Fenomena ini saya amati tidak hanya di satu dua perguruan tinggi, tetapi juga di banyak lingkungan akademik, termasuk di tengah ekosistem digital modern seperti Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis.

Baca juga: Sarjana Sejati di Era Digital, Bukan Sekadar Gelar Tapi Tanggung Jawab Sosial

Dunia Pendidikan

Ketika pendidikan lebih menonjolkan prestasi akademik ketimbang pembentukan karakter, yang lahir adalah sarjana yang cerdas secara intelektual namun miskin secara etika. Kita sedang menyaksikan krisis moral di dunia pendidikan tinggi sebuah kondisi di mana nilai kejujuran, empati, dan tanggung jawab kerap tersingkir oleh orientasi pada hasil instan dan pencapaian semu.

Padahal, inti dari pendidikan sejati bukanlah sekadar mencetak manusia pintar, melainkan membentuk manusia berilmu sekaligus berakhlak. Di Program Studi Informatika S1 UNM, kami berupaya menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pembentukan karakter. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan dalam logika pemrograman dan penguasaan teknologi informasi, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai integritas, etika profesional, dan tanggung jawab sosial.

Saya sering menegaskan kepada mahasiswa, “Tanpa karakter, kecerdasan hanyalah alat tanpa arah.” Sarjana beretika adalah penyeimbang antara kemajuan digital dan kemanusiaan. Ia mampu menggunakan teknologi untuk menolong, bukan merugikan; untuk mencipta solusi, bukan sekadar sensasi.

Pendidikan tinggi sejatinya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar mencetak tenaga kerja. Ia harus membentuk warga negara yang sadar akan peran dan tanggung jawab sosialnya. Di UNM, nilai-nilai seperti integritas, disiplin, dan kepedulian kami jadikan bagian dari budaya akademik. Kami mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu adalah amanah, dan teknologi harus digunakan untuk kebaikan bersama.

Baca juga: Mencetak Talenta Digital Unggul di Era Disrupsi Teknologi

Ketika gelar akademik diperoleh dengan dasar kejujuran dan etika, maka ia bukan sekadar simbol intelektual, tetapi juga representasi dari kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Indonesia hari ini membutuhkan lebih banyak sarjana berhati nurani mereka yang tidak hanya berpikir dengan otak, tetapi juga dengan hati.

Bangsa yang besar tidak dibangun oleh kecerdasan semata, tetapi oleh karakter dan moralitas yang kokoh. Di tengah derasnya arus digitalisasi, Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri menegaskan kembali bahwa etika akademik adalah fondasi masa depan pendidikan. Sebab hanya dengan karakter yang kuat, ilmu dan teknologi dapat benar-benar menjadi cahaya bukan bara bagi kemajuan bangsa.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Kaprodi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini