NusamandiriNews, Jakarta–Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dari berbagai kampus mengikuti sosialisasi dan pembekalan Sertifikasi Kompetensi Skema Analis Program (AP) yang diselenggarakan secara virtual pada Jumat (19/12). Kegiatan ini berlangsung melalui daring pukul 09.00–15.00 WIB.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Muhammad Faisal, Asesor Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Nusa Mandiri, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Universitas Nusa Mandiri Kampus Digital Bisnis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi skema perkuliahan 3+1 melalui Internship Experience Program (IEP), sekaligus meningkatkan daya saing lulusan melalui sertifikasi resmi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Baca juga:UNM Akan Gelar Webinar Sosialisasi Hibah 2026, Perkuat Semangat Riset dan Inovasi Dosen
Sosialisasi Sertifikasi Analis Program
Dalam pemaparannya, Muhammad Faisal menjelaskan secara rinci kompetensi yang akan diuji dalam sertifikasi Skema Analis Program, mulai dari analisis kebutuhan sistem, pemodelan proses bisnis, hingga penyusunan dokumen spesifikasi teknis.
“Sertifikasi ini bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi menjadi pengakuan formal atas kompetensi yang setara dengan standar nasional. Ini akan menjadi nilai tambah nyata saat mengikuti IEP maupun saat melamar pekerjaan, karena industri sangat memperhatikan bukti kompetensi yang terukur,” tegas Faisal dalam sesi interaktif yang berlangsung dinamis.
Sementara itu, Ketua LSP Universitas Nusa Mandiri, Sidik, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
“Sertifikasi BNSP, termasuk Skema Analis Program, menjadi bukti pengakuan negara terhadap kompetensi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri yang menginginkan talenta siap pakai, tidak hanya kuat secara teori tetapi juga diakui secara legal melalui sertifikat kompetensi,” jelasnya.
Sidik juga menguraikan keterkaitan kuat antara sertifikasi kompetensi dan program IEP 3+1 yang dijalankan Universitas Nusa Mandiri Kampus Digital Bisnis.
“Program 3+1 dirancang agar mahasiswa masuk ke dunia industri dengan bekal yang matang. Sertifikasi kompetensi menjadi ‘paspor’ penting yang memungkinkan mahasiswa ditempatkan pada posisi strategis selama magang, sehingga pengalaman yang diperoleh benar-benar meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme,” tambahnya.
Baca juga: Sertifikasi Bukan Formalitas, tapi Password Menuju Karier Sukses
Ia menegaskan bahwa sertifikasi dan pengalaman industri merupakan investasi jangka panjang bagi mahasiswa.
“Saat lulus, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga portofolio kompetensi yang diakui secara nasional serta pengalaman kerja nyata. Kombinasi ini menjadi keunggulan utama di pasar kerja,” pungkas Sidik.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan konsistensinya dalam mengimplementasikan konsep link and match dengan dunia industri, dengan membekali mahasiswa tidak hanya pengetahuan akademik, tetapi juga legitimasi kompetensi dan pengalaman kerja terstruktur. Langkah ini menjadi upaya konkret dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital.










