Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Image Processing sebagai Kompetensi Kunci Informatika

badge-check


Image Processing sebagai Kompetensi Kunci Informatika Perbesar

NusamandiriNews–Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir menunjukkan peningkatan signifikan pada pemanfaatan data visual. Kamera pengawas di ruang publik, sistem pengenalan wajah, citra satelit, hingga analisis citra medis merupakan contoh konkret bagaimana image processing telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern. Dalam konteks ini, image processing tidak lagi dapat dipahami semata sebagai konsep teknis dalam perkuliahan, melainkan sebagai kompetensi strategis yang memiliki implikasi luas, baik secara teknologi, sosial, maupun etis.

Meningkatnya perhatian media terhadap isu kecerdasan buatan berbasis visual, seperti deteksi wajah, identifikasi objek, hingga fenomena deepfake menunjukkan bahwa teknologi pengolahan citra telah memasuki ruang publik dan diskursus kebijakan. Hal ini menandai perubahan paradigma bahwa lulusan Informatika tidak cukup hanya menguasai pemrograman dasar, tetapi juga harus memahami bagaimana algoritma memproses, menafsirkan, dan mengambil keputusan berbasis data visual.

Baca juga: Ketika AI Gagal Menggantikan Empati

Image Processing

Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang memposisikan diri sebagai Kampus Digital Bisnis, penguatan literasi teknologi visual menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum Informatika. Transformasi digital global menunjukkan bahwa data visual kini menjadi salah satu sumber informasi utama dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor, termasuk industri, kesehatan, keamanan, dan bisnis digital. Setiap hari, sistem komputasi memproses jutaan citra untuk mendukung aktivitas operasional dan strategis, mulai dari otomasi industri hingga layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan.

Image processing memiliki karakteristik multidisipliner yang kuat. Di satu sisi, ia menuntut penguasaan matematis dan algoritmik yang mendalam, seperti aljabar linier, statistika, dan machine learning. Di sisi lain, penerapannya memerlukan pemahaman terhadap konteks sosial dan etika. Teknologi pengenalan wajah, misalnya, dapat meningkatkan efektivitas sistem keamanan, namun juga memunculkan persoalan privasi dan potensi penyalahgunaan data. Oleh karena itu, pendidikan Informatika perlu menanamkan keseimbangan antara kompetensi teknis dan kesadaran kritis terhadap dampak teknologi.

Dalam ranah aplikatif, image processing telah memberikan kontribusi signifikan di berbagai bidang. Analisis citra medis memungkinkan deteksi dini penyakit kritis, citra satelit mendukung pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana, sementara industri kreatif memanfaatkan teknologi visual untuk menciptakan pengalaman digital yang semakin realistis. Kompleksitas dan luasnya penerapan ini menunjukkan bahwa image processing merupakan salah satu fondasi utama perkembangan teknologi masa depan.

Dari perspektif ketenagakerjaan, meningkatnya adopsi teknologi visual mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang computer vision, kecerdasan buatan, dan analisis multimedia. Profesi seperti computer vision engineer, machine learning specialist, dan data analyst berbasis visual diprediksi akan terus berkembang seiring dengan transformasi digital industri. Mahasiswa Informatika perlu memandang fenomena ini sebagai peluang strategis untuk berperan aktif dalam ekosistem industri digital.

Baca juga: Generasi Informatika, Garda Baru Teknologi Indonesia

Oleh karena itu, mahasiswa Informatika Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dituntut untuk tidak hanya menguasai aspek teknis pemrograman, tetapi juga memahami bagaimana sistem komputasi merepresentasikan dan menafsirkan dunia visual. Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan bertanggung jawab secara sosial.

Pada akhirnya, image processing harus dipahami sebagai bahasa baru dalam dunia digital. Kemampuan untuk “membaca” dan “mengolah” informasi visual menjadi kompetensi esensial bagi generasi Informatika masa depan. Dalam konteks ini, penguasaan image processing bukan sekadar kebutuhan akademik, melainkan prasyarat untuk berkontribusi secara bermakna dalam pembangunan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Kaprodi Informatika Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini