NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali mencatatkan prestasi akademik membanggakan di tingkat nasional dengan lolosnya dua proposal dosen pada tahap Expression of Interest (EoI) Program Hibah BESTARI Saintek Tahun 2026.
Dua proposal yang dinyatakan lolos seleksi awal tersebut yakni “Inisiatif Transformasi Pertanian Perkotaan Berbasis Teknologi Cerdas dan Energi Berkelanjutan” yang diketuai oleh Dr Sukmawati Anggraeni Putri, M.Kom, dengan lokasi implementasi di Kabupaten Bogor.
Baca juga:Kejar Hibah Nasional, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Panaskan Mesin PKM dan P2MW
Dosen UNM Lolos Hibah BESTARI Saintek 2026
Dan, “Model Ekosistem Inovasi Lingkungan Berbasis Teknologi untuk Penguatan Ekonomi Sirkular Perkotaan” yang diketuai oleh Lia Mazia, S.Kom, MMSI, dengan lokasi implementasi di Kota Bekasi.
Kedua proposal tersebut dinilai unggul karena mengintegrasikan teknologi digital dengan pendekatan Living Lab, serta memiliki potensi dampak nyata terhadap isu strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat perkotaan berbasis inovasi teknologi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Mandiri, Nita Merlina, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti konkret kualitas riset dosen UNM yang semakin diakui secara nasional.
“Kelolosan pada tahap EoI Program BESTARI Saintek 2026 merupakan pengakuan atas kualitas riset dan pengabdian dosen Universitas Nusa Mandiri. Kami optimistis proposal ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (26/1).
Baca juga: UNM Dorong Mahasiswa Jadi Pahlawan Digital Lewat Monev Hibah 2025
Lebih lanjut, kata Dr Nita, UNM akan memberikan dukungan penuh secara kelembagaan agar kedua proposal tersebut dapat melaju ke tahap berikutnya hingga implementasi di lapangan.
“Capaian ini semakin memperkuat posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aktif menghasilkan riset terapan berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” tutupnya.










