Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Teknologi Bisa Melihat, Tapi Sudahkah Kita Beretika?

badge-check


Teknologi Bisa Melihat, Tapi Sudahkah Kita Beretika? Perbesar

NusamandiriNews–Perkembangan image processing yang semakin masif di ruang publik membawa konsekuensi yang tidak sederhana. Teknologi pengenal wajah, kamera pintar, hingga sistem analisis visual kini hadir di ruang-ruang privat dan sosial masyarakat. Media online kerap menyoroti manfaatnya, tetapi pada saat yang sama memperlihatkan sisi gelap berupa manipulasi gambar, penyalahgunaan data visual, hingga praktik pengawasan yang berlebihan. Di titik inilah teknologi tidak lagi sekadar soal kecanggihan, melainkan soal tanggung jawab.

Sebagai akademisi di bidang Informatika, saya memandang isu etika dan privasi dalam image processing sebagai persoalan mendasar. Teknologi visual memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, merekam, dan menganalisis manusia secara detail. Jika tidak dikembangkan dengan kesadaran etis, teknologi ini berpotensi melanggar batas privasi dan menimbulkan ketidakpercayaan publik. Informatika tidak bisa berdiri netral. Setiap baris kode membawa dampak sosial.

Baca juga:Mau Jago Computer Vision? Mulai dari Image Processing!

Teknologi Bisa Melihat

Bagi mahasiswa Program Studi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri, tantangan ini seharusnya menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Image processing bukan hanya tentang algoritma dan akurasi sistem, tetapi juga tentang konsekuensi dari teknologi yang dibangun. Mahasiswa perlu memahami bahwa kesalahan kecil dalam pengolahan citra dapat berdampak luas bagi individu dan masyarakat. Kehati-hatian dan tanggung jawab harus berjalan seiring dengan inovasi.

Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, kami menanamkan kesadaran bahwa pengembangan teknologi tidak boleh dilepaskan dari nilai etika. Melalui Fakultas Teknologi Informasi, mahasiswa didorong untuk mempertimbangkan aspek keamanan data, privasi pengguna, dan dampak sosial dalam setiap solusi digital yang dirancang. Image processing seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menciptakan rasa diawasi atau terancam.

Baca juga:Image Processing sebagai Kompetensi Kunci Informatika

Isu etika dalam image processing juga menegaskan pentingnya regulasi dan standar penggunaan teknologi. Inovasi yang berjalan tanpa rambu dapat merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap teknologi itu sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa Informatika perlu dibekali pemahaman bahwa profesional teknologi bukan hanya pencipta sistem, tetapi juga penjaga nilai dan kepercayaan publik.

Pada akhirnya, tantangan image processing di era digital bukan terletak pada sejauh mana teknologi mampu “melihat”, tetapi pada sejauh mana manusia mampu mengendalikannya dengan bijak. Universitas Nusa Mandiri berkomitmen mencetak lulusan Informatika yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepekaan sosial. Karena teknologi visual yang baik bukan yang paling canggih, melainkan yang paling bertanggung jawab.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika, Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah untuk Diisi atau Digali?

9 Februari 2026 - 12:20 WIB

Arah Dasar Pendidikan Tinggi

Kenapa Kita Lebih Mudah Percaya Hoaks daripada Fakta?

6 Februari 2026 - 12:49 WIB

Percaya Hoaks daripada Fakta?

Masih Cari Buku dengan Cara Lama? OPAC Bukan Pajangan Digital

5 Februari 2026 - 08:55 WIB

OPAC Bukan Pajangan Digital

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak, yang Jalan Kok Sedikit?

5 Februari 2026 - 08:41 WIB

Ide Bisnis Mahasiswa Banyak

Literasi Kita Tinggi, Membaca Kita Rendah

31 Januari 2026 - 09:44 WIB

Literasi Kita Tinggi
Sedang Tren di Opini