
NusamandiriNews–Transformasi digital telah memasuki fase yang jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu. Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Cyber Security, cloud computing, hingga Internet of Things (IoT) bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi fondasi baru dalam berbagai sektor industri. Perusahaan kini berlomba melakukan digitalisasi agar tetap kompetitif, dan konsekuensinya, kebutuhan terhadap talenta digital terus meningkat.
Sayangnya, pertumbuhan kebutuhan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Berbagai laporan menunjukkan bahwa profesi seperti Software Engineer, AI Engineer, Data Engineer, Cloud Engineer, hingga Cyber Security Specialist menjadi salah satu pekerjaan dengan prospek paling menjanjikan sekaligus paling banyak dibutuhkan.
Baca juga:Takut AI Gantikan Pekerjaan? Magister Informatika UNM Siapkan Talenta Digital Masa Depan
Siap Jadi Talenta Informatika?
Fenomena ini seharusnya menjadi perhatian generasi muda yang sedang menentukan arah pendidikan dan karier. Di tengah perubahan yang begitu cepat, memilih program studi tidak lagi cukup didasarkan pada popularitas semata. Pilihan tersebut harus mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Saya memandang Informatika sebagai salah satu disiplin ilmu yang memiliki relevansi sangat tinggi terhadap perkembangan industri digital. Namun, Informatika saat ini bukan sekadar belajar membuat program komputer atau menulis baris demi baris kode. Esensinya jauh lebih luas, yakni membangun cara berpikir logis, kemampuan memecahkan masalah, serta menciptakan solusi berbasis teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Seorang lulusan Informatika masa kini dituntut memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana sistem digital dirancang dengan aman, bagaimana data diolah menjadi informasi bernilai, hingga bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas sebuah organisasi. Kompetensi seperti inilah yang semakin dicari oleh dunia kerja.
Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM), Kampus Digital Bisnis, kami melihat bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di industri. Karena itu, Program Studi Informatika UNM yang telah meraih akreditasi Unggul terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Mahasiswa dibekali dengan berbagai kompetensi strategis, mulai dari software engineering, artificial intelligence, machine learning, data science, cloud computing, hingga cyber security. Pembelajaran juga diarahkan pada penyelesaian studi kasus nyata agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis, inovatif, dan kolaboratif.
Namun, kompetensi teknis saja tidak cukup. Dunia industri juga membutuhkan pengalaman. Karena itulah UNM menghadirkan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani pengalaman profesional melalui magang dan pembelajaran berbasis industri bersama ratusan perusahaan mitra. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar lulusan mampu beradaptasi lebih cepat ketika memasuki dunia kerja.
Saya percaya, masa depan tidak hanya dimiliki oleh mereka yang mampu menggunakan teknologi, tetapi oleh mereka yang mampu menciptakan teknologi dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
AI memang mampu mengotomatisasi banyak pekerjaan, tetapi AI tetap membutuhkan manusia yang mampu merancang, mengembangkan, mengawasi, dan menyempurnakannya. Di sinilah peran lulusan Informatika menjadi semakin strategis. Mereka bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan inovator yang akan menentukan arah perkembangan teknologi di masa depan.
Baca juga:Informatika Unggul, Siap Rebut Karier Digital!
Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk melihat Informatika sebagai investasi jangka panjang. Jangan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya revolusi digital. Persiapkan diri menjadi talenta yang mampu memimpin perubahan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Di era ketika teknologi berkembang setiap hari, keputusan terbaik adalah mulai belajar hari ini. Sebab, masa depan digital Indonesia membutuhkan lebih banyak inovator daripada sekadar pengguna teknologi.
Penulis: Maruloh, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Rawamangun








