NusamandiriNews, Jakarta – Alasan klasik menunda kuliah masih soal biaya. Namun, Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan bahwa keterbatasan finansial tak lagi relevan di era digital. Melalui kolaborasi strategis dengan Danacita, UNM menghadirkan solusi cerdas bayar kuliah dengan sistem cicilan fleksibel.
Program pembiayaan ini memungkinkan calon mahasiswa dan mahasiswa aktif UNM Jatiwaringin membayar biaya kuliah secara bertahap, tanpa proses rumit dan sepenuhnya berbasis online. Skema ini dirancang agar mahasiswa bisa fokus belajar dan mengembangkan kompetensi digital, tanpa terbebani biaya besar di awal semester.
Baca juga:Tak Punya Biaya Kuliah? Beasiswa UNM Jadi Jawabannya
Mau Kuliah Tapi Takut Biaya?
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa inovasi pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi UNM dalam menjawab tantangan nyata generasi muda.
“Banyak yang punya potensi besar tapi ragu kuliah karena biaya. Di UNM kampus Jatiwaringin, kami ubah keraguan itu menjadi peluang. Kuliah sekarang bukan soal mampu bayar di depan, tapi soal kemauan menyiapkan masa depan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (3/2).
Ia menambahkan, kehadiran Danacita sejalan dengan karakter UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang adaptif, solutif, dan berpihak pada kebutuhan mahasiswa. Proses pengajuan yang cepat, cicilan fleksibel, serta transparansi biaya menjadi nilai tambah utama program ini.
Baca juga:Siap Jadi Pebisnis Muda? Kuliah Manajemen di UNM
“Dengan solusi tersebut, UNM kampus Jatiwaringin membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif, khususnya bagi generasi muda yang ingin kuliah di kampus berbasis teknologi dan bisnis digital,” jelasnya.
Bagi calon mahasiswa baru, tegas Bryan, kolaborasi UNM dan Danacita menjadi sinyal jelas bahwa alasan biaya tak lagi relevan untuk menunda kuliah.










