NusamandiriNews, Depok — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era bisnis digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Uji Kompetensi Sertifikasi Digital Marketing yang digelar pada Selasa (10/2), di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Sebanyak 111 mahasiswa mengikuti uji kompetensi ini, terdiri dari 91 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 20 mahasiswa Program Studi (prodi) Bisnis Digital. Kegiatan berlangsung secara luring sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB, dengan fokus pada penguatan kompetensi profesional mahasiswa di bidang pemasaran digital.
Baca juga:Tak Cukup Ijazah, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Wajib Kantongi Sertifikasi!
111 Mahasiswa FEB UNM Ikuti Sertifikasi Digital Marketing
Uji kompetensi ini diselenggarakan oleh FEB Universitas Nusa Mandiri bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Nusa Mandiri dan LSP Informatika. Seluruh peserta diuji oleh 11 asesor profesional tersertifikasi yang memiliki pengalaman di bidang Digital Marketing, guna memastikan proses asesmen berjalan objektif dan sesuai standar nasional.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan strategis bagi lulusan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
“Di era bisnis digital, ijazah saja tidak cukup. Sertifikasi kompetensi menjadi bukti konkret kemampuan mahasiswa yang diakui industri. Inilah komitmen FEB Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (11/2).
Sementara itu, Sidik, Ketua LSP Nusa Mandiri, menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas akademik.
Baca juga: Mau Lulus Siap Kerja? FEB UNM Akan Gelar Sertifikasi Digital Marketing
“Sertifikasi kompetensi adalah pengakuan resmi atas keahlian mahasiswa secara nasional. Ini menjadi modal penting untuk memasuki dunia industri maupun membangun usaha di sektor digital,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan asesmen, peserta terlebih dahulu menerima pengarahan teknis dari Esron Rikardo Nainggolan terkait alur uji kompetensi, standar penilaian, dan mekanisme asesmen. Selanjutnya, mahasiswa menjalani uji kompetensi di ruang masing-masing bersama asesor yang telah ditetapkan.
“Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Nusa Mandiri menegaskan perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga menghadirkan sertifikasi kompetensi profesional sebagai bekal mahasiswa agar mampu bersaing di industri digital, baik di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.










