Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Artikel Ilmiah

Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill

badge-check


Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill Perbesar

NusamandiriNews–“Pengen punya bisnis sih… tapi belum ada modal.” Kalimat ini kerap terdengar di kalangan mahasiswa. Namun jika ditelusuri lebih dalam, persoalan utama sering kali bukan soal uang, melainkan keberanian untuk memulai dari potensi yang sudah dimiliki.

Faktanya, banyak bisnis mahasiswa lahir bukan dari modal besar, melainkan dari skill sederhana yang diasah secara konsisten. Di era digital saat ini, skill justru menjadi aset paling berharga bahkan kerap melampaui peran modal uang.

Mulai dari Skill, Bukan dari Uang

Di lingkungan kampus, peluang itu sebenarnya sangat dekat. Mahasiswa yang mahir desain grafis dapat menjadi freelancer. Yang piawai mengedit video bisa membuka jasa konten kreator. Kemampuan public speaking dapat dikembangkan menjadi MC acara atau kelas kecil. Bahkan hobi memasak dan meracik kopi pun berpotensi menjadi bisnis.

Baca juga:Modal Tipis Bukan Alasan, Mahasiswa Bisa Mulai Bisnis dari Skill

Sayangnya, banyak mahasiswa menganggap skill mereka “biasa saja”. Padahal, dalam dunia bisnis, skill yang tampak sederhana bisa menjadi bernilai tinggi jika dikemas dengan tepat.

Ada tiga langkah awal yang bisa dilakukan mahasiswa:

1. Mengenali skill yang paling sering diapresiasi orang lain
2. Menguji coba ke lingkar pertemanan terdekat
3. Memperbaiki layanan berdasarkan masukan awal

Bisnis tidak selalu harus dimulai dengan rencana besar. Yang terpenting adalah keberanian untuk menjual kemampuan yang sudah ada.

Mulai dari Skill, Bukan dari Uang

Modal Minim, Strategi Harus Maksimal

Perkembangan teknologi digital membuat keterbatasan modal bukan lagi hambatan utama. Media sosial gratis, marketplace, hingga berbagai tools digital memungkinkan mahasiswa memulai bisnis tanpa harus menyewa tempat atau menyiapkan stok besar.

Yang jauh lebih menentukan justru konsistensi, positioning yang jelas, serta pemahaman terhadap target pasar. Banyak mahasiswa terjebak pada pola pikir harus memiliki modal jutaan rupiah terlebih dahulu. Padahal, sering kali yang dibutuhkan hanya kuota internet, kemauan belajar, dan keberanian untuk memulai langkah pertama.

Peran Kampus Digital Bisnis

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berkomitmen mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Lingkungan akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi membuat mahasiswa lebih siap mengubah skill digital menjadi peluang bisnis nyata.

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga didorong mengembangkan potensi diri agar relevan dengan kebutuhan industri dan pasar. Peran Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) menjadi bagian penting dalam proses tersebut, sebagai wadah diskusi, pendampingan, dan penguatan mindset kewirausahaan.

Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC), Maruloh, menilai banyak mahasiswa sebenarnya telah memiliki potensi, namun belum cukup percaya diri untuk memulainya.

“Sering kali mahasiswa merasa harus punya modal besar dulu untuk mulai bisnis. Padahal yang utama adalah skill dan kemauan belajar. Di NEC, kami mendorong mahasiswa berani memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki, meskipun dengan modal minim,” ujarnya dalam keterangan rilis, pada Jumat (13/2).

Baca juga:Mahasiswa Sains Data UNM Bangun Bisnis Konstruksi Ratusan Juta, Bukti Kampus Digital Bisnis Cetak Entrepreneur Muda

Ia menegaskan bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil instan. “Bisnis bukan soal langsung besar, tetapi tentang konsisten berkembang. Mulai saja dari yang kecil, lalu perbaiki pelan-pelan.”

Lebih dari Sekadar Penghasilan

Menariknya, ketika mahasiswa mulai bisnis dari skill, mereka tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan. Mereka juga belajar menghadapi klien, mengatur waktu, mengelola keuangan, hingga membangun kepercayaan diri, pengalaman yang tidak selalu didapat dari teori semata.

Pada akhirnya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, melainkan proses bertumbuh. Maka, jika hari ini masih ragu memulai karena modal minim, mungkin pertanyaannya perlu diubah. Bukan lagi “punya uang berapa?”, tetapi “skill apa yang bisa dijual hari ini?” Karena bisa jadi, langkah kecil dari skill sederhana itulah yang kelak berkembang menjadi bisnis besar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Cukup Ide, Ini 6 Tips NIC Agar Mahasiswa Lahirkan Inovasi Digital Nyata

13 Februari 2026 - 16:06 WIB

Enam Tips Mengembangkan Inovasi Digital:

Gelar Saja Tak Cukup, UNM Siapkan Skill 10 Tahun ke Depan

4 Februari 2026 - 11:36 WIB

10 Skill Paling Dibutuhkan 10 Tahun ke Depan

Ingin Berkarier di Profesi Paling Dibutuhkan 2025–2030?

3 Februari 2026 - 11:40 WIB

Sains Data UNM, Jawaban Tantangan Dunia Kerja

IPK Biasa Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Bangun Personal Branding Mahasiswa Entrepreneur

29 Januari 2026 - 12:04 WIB

Beberapa Tips Membangun Personal Branding

Nunggu Lulus Baru Cari Duit? Ini 7 Peluang Bisnis Gen Z ala Kampus Digital Bisnis UNM

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

Peluang Bisnis Bagi Gen Z
Sedang Tren di Artikel Ilmiah