NusamandiriNews–Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan berbagai layanan digital. Aplikasi, website, hingga platform bisnis digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik kemudahan tersebut, terdapat satu aspek penting yang sering kali tidak disadari pengguna, yaitu desain antarmuka dan pengalaman pengguna atau yang dikenal dengan UI/UX (User Interface dan User Experience).
Bagi generasi muda, keterampilan di bidang desain UI/UX kini menjadi salah satu kompetensi yang sangat menjanjikan di era ekonomi digital. Tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi, kemampuan ini juga menjadi kunci dalam pengembangan startup, produk digital, hingga layanan berbasis aplikasi.
Baca juga: Bisnis Gagal Saat Kuliah? Tenang, Ini 3 Cara Bangkit ala Entrepreneur Muda
Jago UI UX Sejak Kuliah
Fenomena ini juga terlihat dari tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah Desain UI/UX di Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana merancang tampilan aplikasi atau website yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah digunakan dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Desain digital yang baik bukan sekadar soal estetika. UI/UX menuntut pemahaman yang lebih dalam mengenai perilaku pengguna, kebutuhan pasar, serta perkembangan teknologi yang terus berubah. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai proyek praktis yang melatih kreativitas sekaligus kemampuan analisis mereka.
Antusiasme terhadap bidang ini juga terlihat ketika mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri melakukan kegiatan pelatihan di SMK Negeri 8 Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dasar-dasar desain UI/UX kepada para siswa sebagai bagian dari pengenalan dunia industri kreatif digital.
Salah satu mahasiswa Prodi Bisnis Digital, Ryane, menyampaikan bahwa banyak siswa menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia desain digital.
“Banyak siswa-siswi yang tertarik dengan dunia desain virtual dan ingin mengetahui bagaimana cara membuat tampilan aplikasi atau website yang menarik,” ujarnya saat memberikan pelatihan kepada para siswa.
Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari besarnya peluang karier di sektor ekonomi digital. Industri saat ini membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu membuat produk digital, tetapi juga memahami bagaimana produk tersebut dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Di sinilah pentingnya pendidikan tinggi yang mampu menjembatani antara teori dan praktik. Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui mata kuliah seperti Desain UI/UX, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep desain digital, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan prototype aplikasi, merancang alur pengalaman pengguna, hingga menguji efektivitas desain yang mereka buat.
Pendekatan pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori desain, tetapi juga belajar bagaimana menciptakan solusi digital yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.
Pada akhirnya, memilih Program Studi Bisnis Digital bukan hanya tentang belajar teknologi, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
Dengan kurikulum yang adaptif, praktik pembelajaran berbasis proyek, serta dukungan dosen yang berpengalaman, Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri berkomitmen mencetak lulusan yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di dunia industri digital.
Karena di era transformasi digital saat ini, kemampuan merancang pengalaman pengguna bukan hanya sebuah keterampilan tambahan, melainkan peluang karier yang sangat menjanjikan bagi generasi muda.
Penulis: Lia Mazia, Ketua Program Studi Bisnis Digital, Universitas Nusa Mandiri










