Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

Data Menentukan Karier Anda, Siap atau Tersingkir?

badge-check


					Data Menentukan Karier Anda, Siap atau Tersingkir? Perbesar

NusamandiriNews–Dunia kerja sedang berubah, dan perubahan itu tidak lagi pelan. Jika dulu nasib karier banyak ditentukan oleh CV, wawancara, dan rekomendasi, kini satu faktor baru mengambil alih peran strategis: data. Perusahaan tidak lagi sekadar “menilai”, tetapi “membaca” kandidat melalui jejak digital dan analisis berbasis data. Inilah era profiling tenaga kerja.

Profiling tenaga kerja bukan sekadar tren, melainkan pendekatan baru dalam manajemen sumber daya manusia. Perusahaan kini mengumpulkan dan menganalisis berbagai data mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hasil tes, hingga pola produktivitas dan aktivitas profesional di ruang digital. Semua itu diolah untuk menjawab satu pertanyaan: siapa yang paling tepat untuk posisi tertentu?

Baca juga:Sains Data Bukan Cuma untuk Anak IPA Saatnya Berani Daftar dan Kuasai Masa Depan

Data Menentukan Karier Anda

Sebagai akademisi di bidang Sains Data, saya melihat perubahan ini sebagai lompatan besar. Rekrutmen menjadi lebih cepat, lebih terukur, dan berpotensi lebih objektif. Perusahaan dapat memetakan kompetensi secara presisi, sementara individu memiliki peluang lebih besar untuk ditempatkan pada peran yang sesuai dengan potensi dan minatnya.

Namun, di balik efisiensi tersebut, ada sisi lain yang perlu dicermati. Data bukanlah entitas yang selalu netral. Ia bisa bias, tidak lengkap, bahkan menyesatkan jika tidak dikelola dengan benar. Ketika keputusan karier seseorang ditentukan oleh algoritma, maka kualitas data dan etika penggunaannya menjadi krusial. Tanpa transparansi dan perlindungan privasi, profiling justru berpotensi menciptakan ketidakadilan baru.

Lebih dari itu, perubahan ini menuntut kesiapan individu. Dunia kerja tidak lagi hanya menilai apa yang tertulis di CV, tetapi juga bagaimana seseorang membangun jejak digitalnya. Aktivitas profesional di platform digital, portofolio online, hingga cara berinteraksi di ruang publik digital kini menjadi bagian dari penilaian.

Artinya, kompetensi yang dibutuhkan juga berkembang. Tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Individu harus memahami bagaimana data bekerja, bagaimana informasi tentang dirinya dibaca, dan bagaimana membangun citra profesional yang kredibel. Dunia kerja kini semakin transparan, sekaligus semakin kompetitif.

Di sinilah Sains Data memainkan peran penting. Disiplin ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah data, tetapi juga bagaimana menafsirkan dan menggunakannya untuk pengambilan keputusan yang tepat. Dalam konteks SDM, Sains Data menjadi fondasi bagi lahirnya sistem rekrutmen cerdas, analisis kinerja yang objektif, hingga strategi pengembangan talenta yang berkelanjutan.

Baca juga: Gak Mau Ketinggalan? Sains Data Jadi Jurusan Paling Dicari di 2026!

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berupaya menjawab kebutuhan ini melalui Program Studi Sains Data. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis seperti analitik dan pemrograman, tetapi juga pemahaman etika digital dan tanggung jawab dalam penggunaan data. Sebab, masa depan tidak hanya milik mereka yang mampu membaca data, tetapi juga mereka yang mampu menggunakannya secara bijak.

Pada akhirnya, profiling tenaga kerja di era digital adalah keniscayaan. Ia bisa menjadi peluang besar untuk menciptakan sistem kerja yang lebih adil dan efisien, tetapi juga bisa menjadi risiko jika disalahgunakan. Pilihannya ada pada kita: menjadi subjek yang dipahami oleh data, atau menjadi individu yang mampu memahami dan mengendalikan data itu sendiri.

Penulis: Tati Mardiana, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jangan Hanya Kuliah, Bangun Relasi untuk Masa Depan

29 April 2026 - 11:26 WIB

Bangun Relasi untuk Masa Depan

Data Menentukan Bisnis Saatnya Kuasai dari Sekarang

27 April 2026 - 12:36 WIB

Data Menentukan Bisnis

FYP Tahu Kamu? Saatnya Pahami Cara Data Bekerja

27 April 2026 - 11:59 WIB

FYP Tahu Kamu?

Jangan Takut Coding, Kuasai Data Sekarang

25 April 2026 - 14:24 WIB

Jangan Takut Coding

Bootcamp atau Kuliah? Jangan Salah Pilih Masa Depan

24 April 2026 - 14:29 WIB

Bootcamp atau Kuliah?
Sedang Tren di Opini