NusamandiriNews–Masih banyak siswa yang ragu menentukan jurusan kuliah karena merasa latar belakang pendidikan di bangku sekolah akan membatasi pilihan mereka. Salah satu anggapan yang kerap muncul adalah bahwa Program Studi Sains Data hanya diperuntukkan bagi siswa jurusan IPA. Persepsi ini bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi menghambat generasi muda dalam mengakses peluang masa depan.
Pandangan tersebut, dalam praktiknya, lebih dekat pada mitos daripada realitas. Sains Data bukanlah bidang eksklusif yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki latar belakang sains murni. Sebaliknya, bidang ini bersifat multidisiplin, menggabungkan statistika, teknologi, bisnis, serta kemampuan analisis dalam memahami berbagai persoalan nyata. Karena itu, siapa pun yang memiliki rasa ingin tahu, kemauan belajar, dan ketertarikan pada pemecahan masalah memiliki peluang yang sama untuk berkembang di dalamnya.
Baca jugaBingung Pilih Jurusan? Sains Data UNM Jadi Jalan Cepat ke Karier Digital, Ayo Daftar Sekarang!
Sains Data Bukan Cuma untuk Anak IPA
Memang benar, aspek matematika dan logika menjadi bagian penting dalam Sains Data. Namun, kemampuan tersebut bukanlah prasyarat mutlak yang harus dikuasai sejak awal. Perguruan tinggi hadir justru untuk membimbing mahasiswa dari dasar hingga mampu menguasai kompetensi yang dibutuhkan. Proses pembelajaran dirancang secara bertahap dan sistematis, sehingga setiap mahasiswa, apa pun latar belakangnya, memiliki kesempatan untuk berkembang.
Menariknya, keragaman latar belakang justru menjadi kekuatan dalam bidang ini. Mahasiswa dari jurusan IPS, misalnya, memiliki keunggulan dalam memahami perilaku sosial, dinamika ekonomi, serta tren pasar. Perspektif ini sangat penting ketika data digunakan untuk menganalisis perilaku konsumen, merancang strategi bisnis, atau membaca fenomena sosial.
Sementara itu, lulusan SMK sering kali telah memiliki bekal praktis dalam penggunaan teknologi, sistem informasi, atau pemrograman dasar, yang menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.
Bahkan, siswa dari jurusan bahasa atau bidang lainnya tetap memiliki peluang yang sama. Di era digital, kemampuan menghubungkan data dengan konteks manusia menjadi semakin penting. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan analis data yang mampu membaca angka, tetapi juga individu yang mampu menerjemahkan data menjadi insight yang relevan dan komunikatif.
Dalam konteks ini, Sains Data bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang memahami realitas dan menciptakan solusi. Kebutuhan terhadap talenta di bidang ini pun terus meningkat. Hampir seluruh sektor mulai dari bisnis, kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga industri kreatif mengandalkan data dalam pengambilan keputusan. Hal ini menjadikan Sains Data sebagai salah satu bidang dengan prospek karier yang luas dan strategis.
Baca juga:Jurusan Sains Data Meledak di 2026, Peluang Kariernya Bikin Gen Z Berburu Kampus Digital
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Program Studi Sains Data membuka ruang bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk berkembang menjadi talenta digital yang adaptif dan kompetitif. Kurikulum dirancang tidak hanya untuk membekali kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir analitis, kreativitas, serta pemahaman etika dalam penggunaan teknologi.
Pada akhirnya, memilih jurusan bukan soal berasal dari mana, tetapi tentang ke mana ingin melangkah. Membatasi diri karena label “IPA” atau “non-IPA” adalah cara pandang lama yang tidak lagi relevan di era digital. Dunia masa depan membutuhkan individu yang mampu belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan data untuk menciptakan perubahan.
Jadi, jika tertarik pada Sains Data, jangan ragu hanya karena latar belakang. Yang dibutuhkan bukan jurusan asal, melainkan keberanian untuk memulai dan kesiapan untuk berkembang.
Penulis: Tati Mardiana, Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM)









