NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat di tahun 2026 telah mengubah cara perusahaan dalam mengambil keputusan. Jika sebelumnya strategi bisnis banyak bertumpu pada intuisi, kini data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan. Kondisi ini mendorong bidang data science menjadi salah satu profesi paling diminati dan menjanjikan saat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan tenaga profesional yang mampu mengolah dan menganalisis data meningkat signifikan. Berbagai sektor industri seperti perbankan, e-commerce, kesehatan, hingga logistik kini mengandalkan data untuk memahami perilaku konsumen, meningkatkan efisiensi operasional, serta memprediksi tren pasar.
Baca juga:Mahasiswa UNM Tembus Riset BRIN Garap Big Data Bahasa Perbatasan Saatnya Jadi Talenta Sains Data
Gaji Tinggi & Karier Cerah!
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa data kini telah menjadi aset strategis dalam dunia bisnis modern.
“Perusahaan saat ini tidak hanya mengumpulkan data, tetapi harus mampu mengolahnya menjadi insight yang bernilai. Di sinilah peran data science menjadi sangat krusial,” ujarnya, Senin (27/4).
Fenomena ini diperkuat oleh berbagai laporan global yang menempatkan data scientist sebagai salah satu profesi dengan pertumbuhan tercepat. Tingginya permintaan juga berdampak pada kompetisi perekrutan, bahkan tidak sedikit perusahaan yang menawarkan gaji tinggi demi mendapatkan talenta terbaik di bidang ini.
Meski demikian, masih banyak yang belum memahami secara utuh tentang data science. Secara sederhana, bidang ini merupakan kombinasi antara statistik, pemrograman, dan pemahaman bisnis untuk mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan strategis.
Bryan menekankan bahwa keberhasilan di bidang ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman konteks bisnis.
“Data tidak akan berarti jika tidak bisa diterjemahkan menjadi solusi. Seorang data scientist harus mampu memahami kebutuhan bisnis, bukan hanya fokus pada teknologinya,” jelasnya.
Di Indonesia, kebutuhan tenaga data science terus meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan big data dan artificial intelligence untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan global.
Hal ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarier di bidang teknologi berbasis data. Tidak hanya bekerja di perusahaan, lulusan data science juga memiliki prospek sebagai data analyst, konsultan data, hingga membangun startup berbasis teknologi.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berkomitmen mencetak talenta unggul di bidang data melalui program studi S1 Sains Data yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktis seperti pengolahan data, pemrograman, hingga penerapan machine learning dalam berbagai studi kasus nyata. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan portofolio berbasis proyek sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Baca juga:Bingung Pilih Jurusan? Sains Data UNM Jadi Jalan Cepat ke Karier Digital, Ayo Daftar Sekarang!
Bryan menambahkan bahwa kunci sukses di bidang data science adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar.
“Dunia data berkembang sangat cepat. Mahasiswa harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terus mengasah kemampuan agar tetap relevan,” tambahnya.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan data di berbagai sektor, data science diproyeksikan akan terus menjadi salah satu bidang paling dibutuhkan di masa depan. Ini menjadi peluang emas bagi generasi muda untuk membangun karier yang tidak hanya menjanjikan, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.
Pada akhirnya, memahami data science bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk menjadi bagian dari transformasi digital yang semakin berbasis data.









