NusamandiriNews, Depok–Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital berbasis masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Perancangan UI/UX Aplikasi Mobile E-Masjid Menggunakan Platform UXPilot.ai” bersama Majelis Remaja dan Pemuda Islam Jakarta Islamic Center (MADARIS JIC).
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Sabtu (9/5) di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda ini menjadi bagian dari kontribusi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk kebutuhan sosial dan keagamaan.
Baca juga:MADIGI Resmi Diluncurkan! Magister Informatika UNM Dorong Digitalisasi Organisasi Islam
UNM Latih UI/UX Digital untuk Remaja Masjid
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus serta remaja masjid dalam merancang aplikasi mobile manajemen masjid berbasis teknologi digital dan AI. Peserta akan diperkenalkan pada konsep UI/UX aplikasi mobile menggunakan pendekatan prompt engineering serta praktik langsung memanfaatkan platform AI UXPilot.ai.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr Kursehi Falgenti, menyampaikan bahwa digitalisasi pengelolaan masjid menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Karena itu, pengelolaan informasi dan layanan masjid perlu didukung teknologi digital yang lebih modern, efektif, dan mudah diakses,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (11/5).
Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rancangan antarmuka aplikasi e-masjid yang lebih cepat, fungsional, dan ramah pengguna.
Tutor kegiatan, Dr Yan Rianto, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam proses desain mampu membantu mempercepat pembuatan prototipe aplikasi tanpa menghilangkan pendekatan berbasis kebutuhan pengguna.
“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam proses desain aplikasi. Namun, pendekatan human-centered design tetap menjadi fondasi utama agar aplikasi yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengurus masjid,” jelasnya.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan literasi digital generasi muda masjid dalam memanfaatkan teknologi kreatif berbasis AI secara produktif dan inovatif.
Kegiatan ini turut melibatkan Prof Dr Hilman Ferdinandus Pardede bersama mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri sebagai bentuk implementasi kolaborasi akademik dan penguatan kompetensi digital masyarakat.
Baca juga:Daftar Aplikasi Pengolah Angka Populer untuk Kebutuhan Akademik Mahasiswa
Melalui program ini, Universitas Nusa Mandiri berharap lahirnya prototipe aplikasi mobile e-masjid yang dapat menjadi model awal digitalisasi layanan masjid sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi teknologi berbasis kebutuhan komunitas keagamaan di Indonesia.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya berkembang di dunia akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence.









