NusamandiriNews, Jakarta — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui aksi nyata yang memadukan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, tim mahasiswa yang tergabung dalam “Tim EcoWorth” sukses meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi kreatif yang tidak hanya inovatif secara akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa UNM Lolos Pendanaan PKM Nasional, Angkat Isu Transportasi Ramah Disabilitas
Sampah Dapur Bisa Jadi Cuan?
Keberhasilan Tim EcoWorth diraih melalui proposal berjudul “Implementasi Program Pemberdayaan PKK RW 012 Cipinang Melayu melalui Pemanfaatan Limbah Organik Berbasis Eco Enzyme untuk Kemandirian Ekonomi”.
Melalui program tersebut, mahasiswa menginisiasi edukasi dan pendampingan bagi ibu-ibu PKK RW 012 Cipinang Melayu dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi yang memiliki berbagai manfaat mulai dari pembersih alami hingga pupuk organik ramah lingkungan.
Tak hanya berfokus pada isu lingkungan, program ini juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengolahan dan pemasaran produk eco enzyme bernilai jual.
Tim EcoWorth diketuai oleh Nazwa Syifa Fitriani dengan anggota Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya. Seluruh proses penyusunan ide, pendekatan sosial, hingga strategi implementasi lapangan didampingi secara intensif oleh Dosen Pendamping, Johan Hendri Prasetyo.
Johan Hendri Prasetyo menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam memperoleh pendanaan PKM-PM nasional menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi kreatif berbasis kepedulian sosial dan lingkungan.
“Tim EcoWorth berhasil menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan program yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Program ini menggabungkan edukasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan solusi berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan dalam program PKM tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada keberlanjutan dampak sosial yang dihasilkan.
“Kami berharap program eco enzyme ini dapat terus berkembang dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik secara produktif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, mengapresiasi capaian Tim EcoWorth yang dinilai mampu mengintegrasikan kompetensi bisnis digital dengan aksi sosial yang berdampak nyata.
“Prestasi Tim EcoWorth menjadi bukti bahwa mahasiswa Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri memiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan peka terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat. Ini adalah implementasi nyata bagaimana ilmu bisnis dan strategi digital dapat digunakan untuk menciptakan solusi yang bermanfaat,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (25/5).
Menurutnya, program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan problem solving.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan ide-ide yang berdampak, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa lolosnya Tim EcoWorth pada pendanaan PKM-PM nasional sekaligus menjadi pembuktian bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu berkontribusi dalam menciptakan inovasi sosial berbasis keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui capaian ini, Universitas Nusa Mandiri berharap semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan solusi kreatif bagi masyarakat melalui kolaborasi ilmu pengetahuan dan aksi nyata,” tutupnya.










