NusamandiriNews, Jakarta – Mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, Rahma Fadillah, berhasil mencuri perhatian peserta dan narasumber dalam Seminar Nasional 2026 bertajuk “Membangun Generasi Adaptif dan Inovatif di Era Society 5.0” yang diselenggarakan Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), pada Sabtu (20/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 6 Kampus UNDIRA, Tanjung Duren, Jakarta Barat, tersebut mengangkat tema “Teknologi, Kreativitas, dan Bisnis sebagai Kunci Kemajuan Generasi Muda”. Seminar menghadirkan berbagai tokoh nasional, akademisi, dan praktisi industri untuk membahas peran generasi muda dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.
Baca juga:Karyawan Wajib Tahu! Kuliah Bisnis Digital Bisa Jadi Kunci Naik Level Karier
Mahasiswi Bisnis Digital UNM Curi Perhatian di Seminar Nasional
Sebagai perwakilan mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Rahma memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tersebut melalui undangan eksklusif dari pihak penyelenggara. Kehadirannya menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan bisnis digital, teknologi, dan kewirausahaan.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran Dr. (H.C.) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Salah satu momen menarik terjadi saat sesi diskusi bersama Alhar Puja Pratama, CEO PT Alsmart Tekno Pasifik. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan tantangan untuk menjelaskan strategi agar sebuah bisnis tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat.
Rahma Fadillah tampil percaya diri menjawab pertanyaan tersebut dengan menekankan pentingnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan manusia, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penguatan branding digital untuk meningkatkan daya saing bisnis.
Jawaban yang disampaikan Rahma mendapat respons positif dari peserta seminar dan apresiasi langsung dari narasumber. Bahkan, panitia memberikan hadiah apresiasi atas kontribusi dan pemikirannya dalam diskusi tersebut.
Rahma mengaku tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi di forum nasional yang dihadiri peserta dari berbagai perguruan tinggi.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mewakili Universitas Nusa Mandiri dalam seminar nasional ini. Pengalaman berdiskusi langsung dengan para praktisi industri memberikan wawasan baru tentang bagaimana bisnis digital harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi di bidang bisnis digital,” ujar Rahma.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri sangat membantu dalam memahami berbagai isu bisnis dan transformasi digital yang dibahas dalam seminar tersebut.
“Sebagai mahasiswa Bisnis Digital, kami tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga memahami bagaimana teknologi, data, dan inovasi dapat digunakan untuk menciptakan solusi yang relevan. Itulah yang membuat saya lebih percaya diri ketika berdiskusi dengan para praktisi industri,” tambahnya.
Seminar semakin menarik saat memasuki sesi kewirausahaan yang dibawakan oleh Erixlex Donald Sahusilawane, S.E., M.M., Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa entrepreneur masa kini harus memiliki mental tangguh, kemampuan mengelola risiko, kreativitas tinggi, serta kepekaan dalam melihat peluang di tengah perkembangan ekosistem digital.
Sesi tersebut juga diperkuat dengan kehadiran para praktisi bisnis dan entrepreneur muda yang berbagi pengalaman membangun usaha di era digital.
Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, mengapresiasi pencapaian Rahma yang mampu menunjukkan kompetensi dan keberanian dalam forum nasional.
Baca juga:AI Mengubah Dunia, Apakah Bisnis Digital Masih Relevan?
“Kami bangga melihat mahasiswa mampu tampil aktif dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Capaian Rahma menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami perkembangan bisnis digital, serta mampu berkomunikasi dengan baik di forum akademik maupun profesional,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (22/6).
Ia menambahkan bahwa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan nasional dan internasional guna memperluas wawasan, meningkatkan jejaring profesional, serta memperkuat kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.
Partisipasi Rahma dalam Seminar Nasional 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga didorong untuk berani tampil, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam berbagai forum strategis yang membahas masa depan teknologi, bisnis, dan inovasi di Indonesia.










