Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

AI Mengubah Dunia, Apakah Bisnis Digital Masih Relevan?

badge-check


					AI Mengubah Dunia, Apakah Bisnis Digital Masih Relevan? Perbesar

NusamandiriNews — Kemunculan Artificial Intelligence (AI) telah memicu perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi yang sebelumnya hanya menjadi bahan diskusi di ruang-ruang akademik kini telah hadir dalam aktivitas sehari-hari. AI mampu menulis artikel, membuat desain visual, menghasilkan video, menganalisis data, bahkan membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis. Tidak mengherankan jika perkembangan ini memunculkan pertanyaan yang semakin sering diajukan oleh generasi muda dan para orang tua: jurusan apa yang masih relevan di era AI?

Pertanyaan tersebut sebenarnya mencerminkan kekhawatiran yang lebih besar, yaitu apakah pendidikan tinggi masih mampu menyiapkan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan. Sebab, di tengah laju teknologi yang begitu cepat, banyak profesi mengalami transformasi, bahkan sebagian mulai tergantikan oleh otomatisasi.

Baca juga:Artholic Studio Lolos P2MW 2026, Mahasiswa Bisnis Digital UNM Bidik KMI Expo

Apakah Bisnis Digital Masih Relevan?

Namun, jika kita menilik sejarah perkembangan teknologi, perubahan seperti ini bukanlah hal baru. Revolusi industri menggantikan banyak pekerjaan manual dengan mesin. Kehadiran internet mengubah pola komunikasi dan model bisnis secara global. Kini AI menjadi gelombang transformasi berikutnya. Menariknya, setiap revolusi teknologi tidak hanya menghilangkan pekerjaan lama, tetapi juga melahirkan profesi baru yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Dua dekade lalu, profesi seperti digital marketer, content strategist, social media specialist, data analyst, atau product manager belum menjadi kebutuhan utama perusahaan. Saat ini, profesi-profesi tersebut justru menjadi tulang punggung transformasi digital di berbagai sektor. Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukanlah hilangnya pekerjaan, melainkan kemampuan sumber daya manusia untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam konteks ini, saya melihat masih banyak pihak yang memosisikan AI sebagai ancaman. Padahal, AI seharusnya dipandang sebagai alat yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya secara utuh. AI memang unggul dalam mengolah data dan menemukan pola dengan cepat, tetapi teknologi ini tidak memiliki empati, intuisi bisnis, kreativitas kontekstual, maupun kemampuan memahami kompleksitas perilaku manusia secara mendalam.

Ketika sebuah perusahaan ingin mengembangkan produk baru, misalnya, AI dapat membantu membaca tren pasar dan menganalisis perilaku konsumen. Namun keputusan strategis mengenai arah bisnis, positioning produk, pengalaman pelanggan, hingga pembangunan kepercayaan tetap membutuhkan sentuhan manusia. Di sinilah kompetensi yang menggabungkan pemahaman bisnis dan teknologi menjadi sangat penting.

Perubahan kebutuhan industri tersebut melahirkan fenomena baru yang dikenal sebagai hybrid talent, yaitu individu yang memiliki kemampuan lintas disiplin. Dunia kerja saat ini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan yang menguasai teknologi atau bisnis secara terpisah. Industri membutuhkan talenta yang mampu menghubungkan keduanya menjadi solusi yang memberikan nilai tambah.

Inilah alasan mengapa Program Studi Bisnis Digital menjadi semakin relevan. Sebagai disiplin ilmu yang berada di persimpangan antara bisnis, teknologi, dan inovasi, Bisnis Digital hadir untuk menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori bisnis, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan inovasi yang berdampak.

Mereka dibekali kompetensi dalam bidang digital marketing, e-commerce, business analytics, digital branding, perilaku konsumen, pengembangan produk digital, kewirausahaan, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Kompetensi tersebut memungkinkan lulusan untuk memahami perubahan pasar sekaligus mampu merancang strategi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami melihat bahwa pendidikan tinggi harus mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era AI. Kampus tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan pola pikir inovatif, kreatif, dan adaptif.

Lebih dari itu, pendidikan tinggi perlu mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari pekerjaan. Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuka kesempatan yang sangat luas bagi generasi muda untuk membangun usaha, menciptakan produk, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Dengan dukungan teknologi, siapa pun dapat memulai bisnis dari skala kecil dan mengembangkannya hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, saya meyakini bahwa masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang sekadar menguasai teknologi. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu memahami manusia, membaca peluang, memanfaatkan teknologi, dan mengubahnya menjadi nilai ekonomi maupun sosial.

Baca juga:Orang Tua Wajib Tahu! UNM Bekali Mahasiswa Baru Jadi Pebisnis Digital Sejak Hari Pertama

Pertanyaan yang seharusnya kita ajukan hari ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kita telah menyiapkan generasi muda untuk berkolaborasi dengan AI dan memanfaatkannya sebagai alat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dalam konteks tersebut, Bisnis Digital bukan sekadar program studi yang mengikuti tren teknologi. Bisnis Digital adalah investasi kompetensi yang mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin transformasi digital, inovator, dan entrepreneur yang mampu menciptakan nilai di tengah perubahan yang terus berlangsung.

Sebab pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang takut terhadap perubahan. Masa depan adalah milik mereka yang mampu memahami perubahan, beradaptasi, dan memimpin perubahan itu sendiri.

Penulis: Lia Mazia, Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah Jangan Cuma Cari Kerja, Saatnya Jadi Pengusaha!

19 Juni 2026 - 08:15 WIB

Kuliah Jangan Cuma Cari Kerja

Jangan Tunggu Diretas! Keamanan Jaringan Harus Jadi Prioritas

12 Juni 2026 - 13:55 WIB

Keamanan Jaringan Harus Jadi Prioritas

Social Commerce Menggeser Marketplace, Siapkah Talenta Digital Indonesia?

12 Juni 2026 - 09:12 WIB

Social Commerce Menggeser Marketplace

AI Jangan Bunuh Nalar Mahasiswa!

5 Juni 2026 - 12:06 WIB

Nalar Mahasiswa!

Jangan Jadi Penonton Revolusi AI, Saatnya Jadi Pencipta

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Jangan Jadi Penonton Revolusi AI
Sedang Tren di Opini
Numa Chat
AI Agent yang siap menjawab pertanyaan kamu...
🎓

Program Studi

Informasi tentang jurusan dan program studi

💲

Beasiswa

Info beasiswa dan cara mendaftar

🧾

Biaya Kuliah

Informasi biaya dan metode pembayaran

📄

Pendaftaran

Cara daftar dan syarat pendaftaran

🏢

Fasilitas Kampus

Informasi fasilitas dan lingkungan kampus