NusamandiriNews, Jakarta – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth. Tim mahasiswa UNM menggelar Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Eco Enzyme berupa Sabun Serbaguna dan Hand Sanitizer bersama anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Rabu (24/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah eco enzyme menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki potensi ekonomi.
Pelatihan diprakarsai oleh Tim PKM-PM EcoWorth yang diketuai Nazwa Syifa Fitriani bersama Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya, di bawah bimbingan dosen pendamping Johan Hendri Prasetyo.
Baca juga:Mahasiswa UNM Sulap Limbah Dapur Jadi Cuan, Program EcoWorth Sasar PKK Jakarta Timur
Mahasiswa UNM Sulap Eco Enzyme Jadi Sabun dan Hand Sanitizer
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan eco enzyme sebagai bahan baku produk kebersihan rumah tangga dan kesehatan. Tak hanya itu, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan sabun serbaguna dan hand sanitizer berbasis eco enzyme menggunakan bahan-bahan yang aman, mudah diperoleh, dan ekonomis.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkenalkan manfaat eco enzyme yang lebih luas kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa eco enzyme tidak hanya bermanfaat untuk pengelolaan limbah organik, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna tinggi. Sabun serbaguna dan hand sanitizer merupakan contoh produk yang dapat digunakan sehari-hari sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha rumahan. Kami berharap anggota PKK dapat mengembangkan keterampilan ini sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga,” ujarnya.
Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistiah, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Kami tidak hanya belajar memanfaatkan eco enzyme secara lebih maksimal, tetapi juga memahami cara membuat produk ramah lingkungan dengan biaya yang relatif terjangkau. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat diterapkan dan dibagikan kepada warga lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
“Program PKM-PM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan produk turunan eco enzyme ini, mahasiswa tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan, tetapi juga mendorong lahirnya produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kami berharap program ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (29/6).
Baca juga:Minyak Jelantah Jadi Cuan? Mahasiswa UNM Margonda Lolos PKM Nasional Lewat ECOCANDLE
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian, pemberdayaan, dan kewirausahaan sosial.
Melalui pelatihan ini, katanya, Tim PKM-PM EcoWorth berharap masyarakat semakin memahami potensi eco enzyme sebagai bahan dasar berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang aman, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomis.
“Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga,” tutupnya.










