NusamandiriNews, Bandung – Komitmen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata kembali diwujudkan melalui kegiatan kunjungan industri. Kali ini, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM mengajak mahasiswa belajar langsung ke markas besar brand kaus legendaris Indonesia, C59, di Bandung, Kamis (25/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan praktik bisnis di lapangan. Puluhan mahasiswa memperoleh kesempatan mengeksplorasi strategi bisnis, inovasi, hingga transformasi digital yang diterapkan C59 untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri fesyen.
Baca juga:Yuk Ikut Kunjungan Industri UNM ke Bursa Efek Indonesia, Belajar Investasi dan Keuangan Digital!
Mahasiswa UNM Bongkar Rahasia Sukses Brand Legendaris C59
C59 dikenal sebagai salah satu ikon industri konfeksi nasional yang telah eksis selama puluhan tahun. Nama C59 sendiri diambil dari alamat lokasi pertama mereka merintis usaha, yakni di Jalan Caladi No. 59, Bandung. Berawal dari usaha sederhana yang didirikan Wiwied, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), bersama Maria, C59 berhasil tumbuh menjadi merek lokal yang mampu menembus pasar internasional. Kini, estafet bisnis tersebut diteruskan oleh generasi berikutnya, Ipam dan Andre.
Dalam sesi business sharing, perwakilan C59 mengulas perjalanan transformasi strategi pemasaran perusahaan. Mahasiswa diajak memahami bagaimana C59 membangun brand awareness melalui kolaborasi dengan berbagai biro iklan pada era pemasaran konvensional hingga beradaptasi dengan perkembangan pemasaran digital saat ini.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari bagaimana konsistensi menjaga kualitas produk mampu mengantarkan C59 menjadi salah satu mitra industri yang dipercaya memproduksi kebutuhan merek ritel global asal Jepang, Uniqlo.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui beberapa sesi, mulai dari pengenalan sejarah dan filosofi perusahaan, factory tour untuk melihat proses produksi dari pemilihan bahan baku hingga quality control, serta workshop sablon kaus yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses produksi di industri kreatif.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, Lia Mazia, mengatakan bahwa kunjungan industri merupakan bagian dari strategi pembelajaran agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik bisnis dan transformasi digital di dunia usaha.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis digital dari sisi teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana sebuah brand lokal mampu bertahan, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan pasar selama puluhan tahun. Pengalaman seperti ini akan memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami strategi bisnis, operasional, branding, hingga transformasi digital yang diterapkan perusahaan,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (29/6).
Ia menambahkan, pengalaman belajar di industri menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun pola pikir adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa mampu mengambil inspirasi dari perjalanan C59, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta siap menciptakan inovasi bisnis berbasis digital yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Baca juga:Universitas Nusa Mandiri Sambut Kunjungan Resmi IIUM, Perkuat Jejaring Internasional
Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis diharapkan semakin memahami keterkaitan antara strategi pemasaran, manajemen operasional, rantai pasok (supply chain), kualitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman industri, wawasan bisnis, dan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.










