
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UNM menggelar Forum Diskusi Penyelarasan Kurikulum Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital Berdasarkan Kebutuhan Industri dan Dunia Kerja pada Kamis (2/7), sebagai langkah strategis untuk memastikan kurikulum tetap relevan dengan dinamika industri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi visi FEB Universitas Nusa Mandiri sebagai fakultas yang unggul, mandiri, dan inovatif berbasis digital, dengan menghadirkan praktisi industri sebagai mitra dalam penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan bisnis dan transformasi digital.
Baca juga:Lulus Kuliah Tak Lagi Minim Pengalaman, FEB UNM Andalkan IEP 3+1
UNM Gandeng OCBC
Forum menghadirkan dua narasumber dari PT Bank OCBC Tbk, yakni Yosep Achmar, VP Human Resources Business Partner (HRBP), dan Malkhi Wisanggeni, HR Talent Acquisition. Keduanya memberikan berbagai masukan strategis terkait kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri Dr Ida Zuniarti, Ketua Program Studi Manajemen Instianti Elyana, Ketua Program Studi Bisnis Digital Lia Mazia, jajaran dosen, staf program studi, serta tim Nusa Mandiri Career Center (NCC).
Dalam forum tersebut, Program Studi Manajemen dan Program Studi Bisnis Digital mempresentasikan struktur kurikulum beserta profil lulusan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama praktisi untuk memperoleh masukan dalam penyempurnaan kurikulum.
Yosep Achmar menilai bahwa perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Ia mengusulkan penambahan materi terkait Compliance dan Risk Management, mengingat kedua kompetensi tersebut semakin dibutuhkan, khususnya di sektor jasa keuangan.
“Industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami aspek kepatuhan, manajemen risiko, serta mampu beradaptasi dengan perubahan bisnis yang sangat cepat. Sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing lulusan,” jelas Yosep.
Sementara itu, Malkhi Wisanggeni menekankan pentingnya pengalaman praktis selama masa kuliah sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa perlu mendapatkan lebih banyak pengalaman melalui program magang, project based learning, maupun inkubasi bisnis. Pengalaman tersebut akan membantu mereka membangun kompetensi, mentalitas profesional, dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen di dunia industri,” katanya.
Masukan tersebut selaras dengan salah satu program unggulan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, yakni Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun memperoleh pengalaman langsung di dunia industri melalui magang, riset terapan, maupun proyek profesional.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Dr Ida Zuniarti, menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Forum penyelarasan kurikulum ini merupakan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Masukan dari para praktisi menjadi referensi yang sangat berharga dalam menyempurnakan kurikulum sehingga lulusan Universitas Nusa Mandiri memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan mampu bersaing secara global,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (3/7).
Ia menambahkan, FEB UNM akan terus memperluas kemitraan dengan berbagai perusahaan nasional maupun multinasional agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memperkuat koneksi dengan dunia profesional.
Baca juga: Mau Jadi Pebisnis Digital? FEB UNM Siapkan Talenta Siap Industri
“Melalui forum ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. Dengan kurikulum yang terus diperbarui serta dukungan program unggulan seperti Internship Experience Program (IEP) 3+1, UNM optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik, kompeten secara profesional, serta siap menjadi talenta digital yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” paparnya.
Sebagai bagian dari upaya mencetak generasi profesional masa depan, Universitas Nusa Mandiri terus membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk bergabung melalui berbagai jalur penerimaan dan program beasiswa. Informasi lengkap dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id








