
NusamandiriNews, Bekasi – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja melalui pengalaman belajar langsung di industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kunjungan Studi Industri Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), ke PT YKK Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu–Kamis, 8–9 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi experiential learning yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung proses bisnis, operasional perusahaan, budaya kerja profesional, hingga inovasi teknologi yang diterapkan pada industri manufaktur berskala global.
Baca juga:Mahasiswa Manajemen UNM Akan Belajar Langsung di PT YKK Indonesia, Siapkan Talenta Siap Industri
Belajar Langsung di YKK
Rombongan mahasiswa dan dosen Program Studi Manajemen disambut oleh Arvieno bersama Tim Fastening Experience PT YKK Indonesia. Dalam sambutannya, pihak PT YKK Indonesia mengapresiasi kunjungan Universitas Nusa Mandiri sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan bisnis masa depan.
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai sejarah dan perkembangan PT YKK Indonesia, filosofi perusahaan “Cycle of Goodness”, inovasi produk fastening, proses produksi, sistem pengendalian kualitas, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga strategi perusahaan dalam menghadapi transformasi digital di sektor manufaktur.
Tak hanya mengikuti sesi materi, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti Factory Tour untuk melihat secara langsung proses produksi, penerapan standar operasional perusahaan, serta pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai implementasi ilmu manajemen yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.
Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana mengatakan bahwa kunjungan industri menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.
“Melalui kunjungan studi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai proses bisnis dan manajemen perusahaan, tetapi juga memahami pentingnya inovasi, budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi transformasi digital di dunia industri. Pengalaman langsung seperti ini menjadi bekal penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (10/7).
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Manajemen dalam memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kesiapan kerja lulusan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan inovasi dan teknologi yang diterapkan di sektor industri.
Baca juga:UNM Gandeng OCBC, Kurikulum Manajemen dan Bisnis Digital Disesuaikan Kebutuhan Industri
Melalui kunjungan studi ke PT YKK Indonesia, imbuhnya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kemitraan strategis dengan dunia industri guna menghadirkan pendidikan yang adaptif, relevan, dan selaras dengan perkembangan zaman.
“Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman industri, karakter profesional, serta daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.







