
NusamandiriNews — Dunia sedang memasuki babak baru yang tidak lagi digerakkan semata oleh modal, sumber daya alam, atau mesin produksi. Kini, data telah menjadi aset paling berharga dalam menentukan arah bisnis, kebijakan, hingga inovasi. Tidak berlebihan jika banyak pihak menyebut data sebagai the new oil atau “minyak baru” di era digital.
Hampir setiap keputusan penting saat ini lahir dari hasil analisis data. Perusahaan teknologi menggunakannya untuk memahami perilaku pengguna, sektor perbankan memanfaatkannya untuk mengelola risiko, rumah sakit mengandalkannya dalam meningkatkan layanan kesehatan, sementara pemerintah menggunakannya untuk merumuskan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Baca juga:Industri Kini Buru Talenta Data, HIMASATA UNM Bekali Mahasiswa Skill yang Paling Dicari Perusahaan
Kuasai Data
Perubahan tersebut membawa konsekuensi besar terhadap kebutuhan sumber daya manusia. Dunia industri kini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu mengumpulkan data, tetapi juga talenta yang dapat mengolahnya menjadi informasi bernilai dan menghasilkan rekomendasi strategis.
Menurut saya, inilah salah satu kompetensi yang akan menjadi penentu daya saing generasi muda dalam beberapa tahun ke depan. Tidak mengherankan apabila profesi seperti Data Scientist, Data Analyst, Business Intelligence Analyst, AI Specialist, hingga Machine Learning Engineer menjadi salah satu pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat di tingkat global. Mereka bukan sekadar bekerja dengan angka, melainkan membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan berbasis bukti.
Sayangnya, kebutuhan industri terhadap talenta data masih jauh lebih besar dibandingkan jumlah lulusan yang memiliki kompetensi tersebut. Kesenjangan inilah yang harus dijawab oleh dunia pendidikan tinggi.
Sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kami melihat bahwa pendidikan tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi. Perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi profesi yang mungkin belum populer hari ini, tetapi akan sangat dibutuhkan di masa depan.
Karena itu, Program Studi Sains Data dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan terhadap kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari statistik atau pemrograman, tetapi juga analisis data, visualisasi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), machine learning, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Yang tidak kalah penting, mereka juga belajar bagaimana menerjemahkan angka menjadi solusi nyata bagi dunia bisnis dan masyarakat. Saya meyakini bahwa kemampuan analitis akan menjadi salah satu keterampilan paling berharga di era digital. Teknologi memang mampu mengumpulkan jutaan data dalam hitungan detik, tetapi hanya manusia yang mampu memberikan makna, menyusun strategi, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut.
Karena itu, kami tidak hanya mendorong mahasiswa menguasai teknologi, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan berkolaborasi yang sangat dibutuhkan dunia kerja.
Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani pengalaman profesional di dunia industri. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya dalam berbagai proyek nyata sehingga memiliki kesiapan kerja yang lebih baik sebelum lulus.
Saya percaya bahwa masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu membaca pola di balik data, menemukan peluang dari informasi, dan mengubah hasil analisis menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah.
Baca juga:Keren! Lulusan Sains Data UNM Tembus Jurnal Q1 AI Internasional
Di tengah derasnya arus transformasi digital, kemampuan mengolah data bukan lagi sekadar nilai tambah (value added), melainkan kompetensi inti yang akan menentukan siapa yang mampu bertahan dan siapa yang akan memimpin perubahan.
Generasi muda perlu mulai melihat data bukan hanya sebagai kumpulan angka, tetapi sebagai bahasa baru dunia bisnis, teknologi, dan inovasi. Jika Anda ingin menjadi bagian dari profesi yang paling dibutuhkan di era digital, inilah saat yang tepat untuk menguasai data. Bergabunglah dengan Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri dan jadilah talenta yang mampu mengubah data menjadi keputusan, inovasi, dan masa depan.
Penulis: Maruloh, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Rawamangun








