
NusamandiriNews, Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis di panggung internasional. Tim mahasiswa Program Studi Magister Informatika (S2) berhasil meraih Innovation Award Kategori Internasional pada ajang bergengsi BRICS Industrial Innovation Contest 2026, kompetisi inovasi yang mempertemukan talenta teknologi dari berbagai negara.
Penghargaan tersebut diraih oleh tim yang beranggotakan Adhitya Januarizky Hadi Putra, Daffa Reivan Fathur Rahman, dan Febrialdo Haudi melalui inovasi Zavora Life Project Application, sebuah platform digital healthcare berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengusung konsep “All-in-One Health, Better Living”.
Baca juga:Keren Bukan Cuma Jago Tugas, Mahasiswa UNM Tembus Ajang AI Internasional BRICS 2026
Mahasiswa S2 Universitas Nusa Mandiri Raih Innovation Award BRICS 2026
Dalam kompetisi tersebut, tim Universitas Nusa Mandiri berhasil menembus 40 besar tim terbaik dari total 130 peserta internasional dan menempati peringkat ke-28 setelah melalui proses seleksi yang ketat. Mereka juga berkesempatan melakukan pitching di hadapan dewan juri internasional, tim penilai, dan investor global.
Zavora Life dikembangkan sebagai solusi layanan kesehatan digital yang mengintegrasikan berbagai teknologi AI, antara lain AI Symptom Checker, AI Health Analytics, Digital Consultation System, Personalized Healthcare, serta ZavoBot AI Medical Assistant. Platform ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan personal melalui pemanfaatan teknologi cerdas.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan digital.
Kepala Nusa Mandiri Innovation and AI Center, Ali Khumaidi, mengapresiasi pencapaian mahasiswa yang berhasil membawa inovasi berbasis AI ke tingkat internasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu bersaing di level global melalui inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dunia. Zavora Life merupakan contoh bagaimana riset dan kreativitas mahasiswa dapat melahirkan solusi berbasis Artificial Intelligence yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan terus mendukung lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Ali Khumaidi.
Senada dengan itu, Kepala Nusa Mandiri Startup Center (NSC), Fitra Septia Nugraha, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi di Universitas Nusa Mandiri mampu melahirkan startup dan produk digital yang memiliki daya saing global.
Baca juga:AI Mengubah Dunia Kerja, Lulusan Manajemen Harus Naik Level!
“Keberhasilan tim Zavora Life membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan ide, tetapi juga mengembangkannya menjadi inovasi yang layak dipresentasikan di hadapan investor dan juri internasional. Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan membangun solusi digital yang berdampak,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (23/6).
Prestasi di ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 semakin memperkuat komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong pengembangan riset, startup teknologi, serta inovasi di bidang Artificial Intelligence, digital healthcare, dan teknologi masa depan.
Melalui dukungan pusat inovasi, dosen berpengalaman, serta ekosistem akademik yang berorientasi pada industri, Universitas Nusa Mandiri terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi inovator dan technopreneur yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.








